Siswa SD manfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar. (foto: Narwan Siedoo)

Nasional

Kemendikbud : Sekolah Harus Ikuti Perkembangan Global


LUBUKLINGGAU - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 mendatang dengan menyelenggarakan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan serentak di seluruh Indonesia. Pada kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengingatkan agar sekolah mengikuti era globalisasi.

Didik menjelaskan pada era globalisasi, pendidikan di Indonesia dituntut untuk terus ditingkatkan. Globalisasi juga akan membawa orang asing untuk bekerja di Indonesia. Hal itu, menurut dia tidak bisa dibatasi karena dunia yang semakin cepat berubah.

“Tentu kita perlu menyiapkan anak Indonesia sehingga anak Indonesia bisa berkompetisi dengan sehat dan berkualitas tinggi,” kata Didik ketika hadir di Pekan Pendidikan dan Kebudayaan di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Pekan Pendidikan dan Kebudayaan ini, menurut Didik harus menjadi bahan evaluasi kinerja seluruh pihak yang berada di dunia pendidikan. Setiap tahunnya, harus ada pembaruan dan peningkatan dalam pendidikan di Indonesia.

Didik juga menjelaskan Kemendikbud selalu berusaha meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) sekolah. Saat ini, anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah seluruhnya bersekolah.

“Dalam hal untuk meningkatkan akses pendidikan, alhamdulillah tidak ada satupun menurut data yang ada pada kami, anak usia SD yang tidak bersekolah, begitu juga SMP. Karena berdasarkan APK tingkat nasional, sudah 105 persen artinya di atas 100 persen,” kata Didik dilansir republika.co.id.

Jumlah tersebut dinilainya sudah sangat tinggi. Namun, Didik menambahkan, tantangan baru yang dihadapi Indonesia adalah meningkatkan kualitas pendidikan yang ada baik dari dasar hingga menengah.

Sementara itu, menurut Walikota Lubuklinggau, Prana Putra Sohe, mengatakan pihaknya selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan yang ada di kotanya. Ia ingin, Lubuklinggau bukan hanya menjadi daerah transit namun juga daerah tujuan bagi wilayah sekitarnya.

“Banyak orang yang tidak bersekolah di Lubuklinggau. Dia sekolah di tempat lain termasuk saya sendiri dan saudara-saudara saya. Sekarang, kita sudah mengarahkan Lubuklinggau, tidak menjadi kota transit tapi kota tujuan. Di sini ada banyak SMK, SMA yang sederajat lainnya yang mengisi pendidikan di Lubuklinggau,” kata Prana.

Beberapa usaha yang dilakukan Pemerintah Daerah Lubuklinggau untuk meningkatkan kualitas pendidikan antara lain adalah adanya bus pelajar yang sudah beroperasi sejak lima tahun lalu. Selain itu, Prana mengatakan pihaknya juga memberikan pakaian seragam, sepatu, dan tas gratis kepada seluruh disiswa SD dan SMP.

“Sehinga semarak pendidikan di kota Lubuklinggau bangkit terus dan ini menjadikan Lubuklinggau Kota Pendidikan,” kata dia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang