Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang menggelar Lomba Semarak Anak. Sekitar 450 anak ikut memeriahkan lomba tersebut.

Daerah

Lomba Semarak Libatkan 450 Anak


MAGELANG – Kurang lebih 450 anak dari Kelompok Bermain (KB) mengikuti lomba semarak anak di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Jawa Tengah Kamis (24/8/2017). Kegiatan yang dilangsungkan rutin setiap tahun ini bertujuan untuk mempersiapkan anak menjadi mandiri, cerdas, terampil dan berakhlak mulia. Lomba melibatkan semua KB di Kota Magelang dan diikuti anak usia 3-4 tahun dan 4-5 tahun.

Dalam lomba tersebut ada enam jenis, yakni finger painting, meronce, fashion show, lari estafet, memindah bola sesuai warna dan lomba gerak sesuai irama. Sekalipun jenis lombanya sederhana, namun diharapkan bisa melatih daya ingat, kemandirian dan kekompakan serta kreativitas anak.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Sumardi mengatakan, lomba yang dilangsungkan dibagi untuk kategori beregu dan perseorangan. Lomba yang dilangsungkan ini telah rutin dilakukan setiap tahunnya dan kali ini mengambil tema Kemerdekaan. Bertepatan dengan HUT ke-72 Kemerdekaan Indonesia.

”Anak-anak usia Kelompok Bermain merupakan usia emas. Dimana mereka akan dipersiapkan pada tahun 2045 mendatang, maka perlu dipersiapkan mulai dari sekarang,” jelas dia.

Pada usia ini anak-anak terbentuk karakternya. Pembentuk karakter mereka adalah orangtua, guru dan sekolah. Maka dari itu, harus bersinergi untuk mempersiapkan generasi masa depan.

Untuk lomba yang dilangsungkan diakui sangat sederhana. Meski sederhana, namun diharapkan bisa melatih daya ingat, kemandirian dan kekompakan serta kreativitas anak.

“Memindahkan bola sesuai warna misalnya dapat melatih daya ingat dan memikiran anak, karena dilakukan dengan cepat dan benar,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Magelang Siti Banatun Nafiah mendukung lomba itu. Keenam lomba tersebut dipilih panitia karena termasuk kategori jenis lomba yang ramah anak.

“Kami memilih lomba ini karena sebagai media kompetensi yang disesuaikan ramah anak,” katanya.

Apa Tanggapan Anda ?