Internasional

Bertarung di Laga Internasional, ITS Kirim Tiga Tim Khusus

SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur akan melakoni perlombaan tingkat internasional. ITS akan memberangkatkan tim Ichiro yang menandingkan robot sepakbola. Tim Ichiro sendiri dengan robot soccer-nya bersiap untuk bertanding di ajang RoboCup 2018 di Montreal, Kanada pada 15 – 22 Juni 2018. Nantinya robot akan mampu berjalan otomatis serta melakukan pengembangan dengan menambahkan kamera, sensor orientasi pada robot.

“Penambahan kamera ini dimaksudkan agar bisa mempermudah robot untuk mendeteksi posisi bola dan gawang,” kata dosen pembimbing tim Ichiro Muhtadin ST MT.

Untuk sensor, menurut dosen Teknik Komputer ITS ini, orientasinya sendiri digunakan untuk mendeteksi arah gawang, arah bola, arah lawan dan juga arah kawan.

“Di mana selain menendang dan menggiring bola, robot juga dapat berkomunikasi satu sama lain dalam satu tim untuk memberikan informasi terkait bola dan gawang. Serta agar robot tidak rebutan bola dalam satu tim,” jelasnya.

Perlombaan tingkat internasional tidak hanya diikuti Tim Ichiro saja. ITS juga mengirimkan mahasiswa terbaik yang dimiliki. Seperti Tim Sapuangin dan Roboboat Barunastra yang bakal unjuk diri di kompetisi internasional di tiga negara yang berbeda. Ketiga tim kebanggaan ITS ini dilepas langsung Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, di Gedung Rektorat ITS.

Tim Sapuangin dengan mobil hemat energinya akan berkompetisi pada Drivers’ World Championship Grand Final (DWC) yang dilaksanakan di London, Inggris pada 8 Juli 2018. Terkait teknisnya, kapal Nala Heroes yang tanpa awak tersebut dipersiapkan tim Barunastra untuk menyelesaikan misi yang ada dengan menggunakan berbagai macam sensor.

Diantaranya ada SRF yang berguna sebagai sensor jarak. Kamera untuk menangkap gambar sekitar, serta digunakan dua buah GPS untuk hasil navigasi yang lebih akurat.

Kapal autonomous Nala Heroes andalan tim Barunastra ITS yang akan berlaga di AS.

“Misi yang harus dicapai yaitu kapal harus bisa mengikuti bendera yang dijalankan dengan menggunakan sensor tersebut. Jadi untuk menggerakan kapal tidak menggunakan remote sama sekali,” ungkap Rudy Dikairono ST MT, dosen pembimbing tim Barunastra.

Sementara itu, untuk mobil Sapuangin juga telah dilakukan pengembangan dari segi kualitas mobil. Seperti memperbaiki rasio dan transmisi untuk menyesuaikan mobil dengan kondisi cuaca dan iklim di London.

“Sedangkan dari segi nonteknis yakni persiapan dokumen dan hal-hal yang diperlukan baik pra, saat, maupun pascakeberangkatan agar perjalanan tim dapat berjalan secara maksimal,” jelas Dr Ir Atok Setyawan M Eng Sc, dosen pembimbing nonteknis Tim Sapuangin.

Rektor ITS Prof Joni Hermana didampingi GM Tim Sapuangin ITS Rafi membuka selubung mobil Sapuangin sebagai simbol pelepasan tim.

Ketiga tim tersebut dinilai dari segi teknisnya memang cukup kompetitif dengan tim negara lain. Misalnya saja, Tim Sapuangin yang sudah berturut-turut menjadi juara Asia Pasifik, Tim Ichiro yang pernah meraih juara umum di ajang FIRA HUROCUP 2016 di Taiwan, dan Tim Barunastra dengan capaian juara tiga dalam Annual International Roboboat Competition di Amerika Serikat pada dua tahun silam.

“Kini sudah saatnya ketiga tim tersebut layak menjadi juara dunia,” jelas rektor ITS.

Guru besar Teknik Lingkungan ini menyatakan, kompetisi yang ditandingkan nanti, tim Barunastra dengan kapal autonomous Nala Heroes akan berlaga di Florida, Amerika Serikat (AS) di ajang 11th Annual International Roboboat Competition, 18 – 24 Juni 2018.

Prof Joni juga berpesan agar para anggota tim yang akan berlaga ini lebih menekankan pada proses yang dilalui selama bertanding. Bukan pada hasilnya nanti.

“Karena hakikat yang sebenarnya dari berkompetisi adalah bagaimana membangun rasa percaya diri dan melawan diri dari rasa takut. Selebihnya saya berharap perjuangan kalian akan berbuah manis,” tandasnya.

Apa Tanggapan Anda ?