Link UTBK SBMPTN 2019 sudah normal setelah mengalami error beberapa waktu lalu.

Nasional

Yuk Tengok, Update Jumlah Pendaftar UTBK SBMPTN 2019


JAKARTA – Diketahui link pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 sempat error hingga pendaftar alami kesulitan mengakses Link pendaftaran UTBK SBMPTN 2019. Padahal waktu terus bergulir hingga kementerian terkait pun angkat bicara.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir mengungkapkan penyebab sulitnya laman di Link pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 beberapa waktu lalu. Bahkan, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi  (LTMPT) sempat menutup sementara pendaftaran UTBK yang menjadi syarat wajib untuk mendaftar SBMPTN 2019 di laman https://pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id/

Pendaftaran UTBK 2019 gelombang pertama telah dibuka kembali sejak 4 Maret dan akan berlangsung hingga 24 Maret 2019 mendatang. Sementara gelombang kedua, baru akan dibuka pada 25 Maret 2019 hingga 1 April 2019.

“Beberapa hari yang lalu pendaftaran melalui online SBMPTN banyak yang terganggu. Karena apa? Yang terjadi adalah 50 ribu peserta mendaftar waktu yang sama. Hari ini sudah berjalan lancar, sistem sudah berjalan lancar,” ujar Mohamad Nasir seperti dikutip kompas.com, Rabu (6/3/2019).

Nasir menambahkan, bahkan berdasarkan data di Google ada lonjakan mencapai 80 ribu pendaftar UTBK masuk dalam saat bersamaan.

“Maka ini kita urai agar tidak terjadi jam (kemacetan). Kami langsung panggil Telkom untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan engine diperlebar. Jadi saat ini sudah ada 2 engine, satu milik Kemenristekdikti satu milik Telkom,” jelas Nasir.

Selanjutnya, Menteri Nasir meminta kepada masyarakat yang akan masuk perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN untuk tidak cemas. Menteri menanggung terhadap semua proses ini. Masyarakat Indonesia harus dapat mengikuti semua proses dan semua tes dengan baik.

“Jangan cemas, kami akan kontrol terus setiap hari. Pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti menjamin kepada seluruh rakyat Indonesia yang pada saat ini akan memasukan PTN akan dijamin bisa mendaftar (UTBK),” tandas Nasir.

Baca Juga :  Pendaftaran UTBK 2019 Gelombang I Dibuka, Yuk Catat Syarat hingga Tahapannya!

Tembus 221.169 Pendaftar

Jumlah pendaftar UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) 2019 hingga hari Selasa (5/3/2019), Pukul 16.00 WIB tercatat mencapai 221.169 pendaftar. Hal ini disampaikan Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang berada di Pusat Kendali LTMPT Surabaya, Prof. Joni Hermana.

Berikut data terbaru pendaftar UTBK 2019 berdasarkan informasi terkini diberikan pihak LTMPT:

  1. Jumlah Pendaftar: 221.169 orang
  2. Jumlah Calon Peserta: 64.709 orang
  3. Jumlah Peserta: 132.924 orang

Dominasi Kelompok Saintek

“Jumlah Pendaftar adalah siswa yang telah berhasil login dan sudah mengisi biodata saja secara permanen. Jumlah Calon Peserta adalah pendaftar yang sudah permanen pilihan sesi waktu dan juga kelompok ujian, tetapi belum membayar,” jelas Prof. Joni dilansir wartakota.tribunnews.com.

Lebih lanjut Joni menjelaskan, sedangkan peserta final/definitif adalah siswa yang sudah membayar dan juga peserta bidikmisi yang sudah mendapatkan kartu peserta.

Dari total jumlah peserta yang sudah final melakukan pembayaran, sekitar 60,70 persen di antaranya itu memilih kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dan sisanya 39,30 persen memilih Sosial dan Humaniora (Soshum).

Berikut jumlah peserta definitif berdasarkan kelompok ujian:

  1. Saintek: 80.687 peserta (60,70 persen).
  2. Soshum: 52.237 peserta (39,30 persen).

Sedangkan bila dikategorikan berdasarkan peserta reguler dan penerima beasiswa Bidikmisi, jumlah peserta telah mendaftar adalah sebagai berikut:

  1. Peserta reguler: 113.769 peserta (85,59 persen)
  2. Peserta Bidikmisi: 19.155 peserta (14,41 persen)

Pendaftar Tak Perlu Panik

Prof. Joni Hermana yang juga menjabat Rektor ITS mengimbau agar calon peserta SBMPTN 2019 tetap tenang. Pendaftar UTBK tidak perlu panik, mengingat jadwal yang masih sangat panjang.

“Kami sudah mulai paham perilaku user dalam proses pendaftaran ini sehingga proses mulai beradaptasi dan lebih lancar. Karena itu himbauan kami kepada peserta untuk tetap tenang dan silakan mendaftar di waktu yang senggang karena proses ini akan berlangsung sampai tanggal 24 Maret,” imbaunya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?