Mahasiswa dari Magelang mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Meski minim dana, mereka mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Internasional

Mahasiswa Paduan Suara Raih Empat Penghargaan di Ajang Internasional


MAGELANG – Kabar gembira datang dari mahasiswa Indonesia yang tengah berlomba di luar negeri. Kelompok Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar (GST) Universitas Tidar Magelang yang mengikuti 5th Vietnam International Choir Competition berhasil meraih medali. Kompetisi antar tim paduan suara dibawah pengelolaan organisasi interkultur ini berlangsung di Kota Hoi An, Vietnam pada Rabu-Minggu (7-11/6/2017).

Para mahasiswa mampu meraih prestasi yang cukup membanggakan. Tidak hanya unggul dalam satu lomba, namun mampu mengharumkan nama Indonesia di Vietnam dalam tiga kategori sekaligus. Yaitu, Kategori Mixed Choir meraih Golden Medal, Kategori Folklore memperoleh Golden Medal, Kategori Musica Sacra meraih Silver Medal.

Selain itu juga Special Prize memperoleh penghargaan Excellent in ProgrammingExcellent in Programming itu sama dengan mendapat penghargaan apresiasi terbaik dari semua juri. Diantaranya dari segi administrasi, dan ketepatan waktu.

“Kabar gembira dari Hoi An, Vietnam. Alhamdulillah Grandio Sonora Tidar (GST) dapat empat penghargaan,” kata Ketua Paduan Suara Mahasiswa (PSM) GST Rofik Munanjar melalui pesan yang dikirimkan.

Perlombaan 5th Vietnam International Choir Competition diikuti dari berbagai penjuru dunia. Sebanyak 33 peserta dari 10 negara di beberapa benua ikut unjuk gigi. Diantaranya Japan, Australia, Cina, Singapura, Rusia dan lain sebagainya.

Kategori yang diikuti yaitu Mixed Choir, dimana dilihat dari tingkat usia yang beragam berada dalam satu paduan suara. Mereka menyanyikan tiga lagu yaitu Ballade to the Moon, Segalariak, dan Il carnevale di Venezia. Kategori yang kedua Sacred Choir dengan menyanyikan 3 lagu yaitu Dixit Maria, The Ground, dan Salmo 150. Kompetisi Internasional ini banyak menggunakan lagu bersyair latin.

Apapun kategori yang ketiga adalah Folklore, dengan menyanyikan lagu daerah yang disarankan menggunakan lagu daerah asalnya. Dalam kesempatan ini GST UNTIDAR menyanyikan lagu Nunggang Pit, Gai Bintang dan Yamko Rambe Yamko.

“Kalahkan ego kita dan selalu berfikir kedepan, buktikan GST bisa. Ini merupakan hasil kami disini, terima kasih doanya,” jelas Rofik.

Kedatangan ke Vietnam ini merupakan pengalaman pertama PST GST berlomba diajang internasional. Namun demikian, mereka mampu tampil secara profesional dihadapan peserta dari negara lain. Terlebih lagi, mereka juga mendapat sambutan yang sangat ramah di Vietnam.

“Pertama ya deg-degan, tapi karena kita dari awal menanamkan ke setiap anak, apapun yang terjadi kepercayaan kita kepada teman kita adalah kunci ketenangan kita. Kita bukan apa-apa jika sendiri,” jelas dia.

Rofik pun mengaku bangga atas prestasi yang diperolehnya ini. Rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Selasa (13/6/2017).

“Tidak ada kata berhenti buat PSM kami untuk terus belajar, dan tetap rendah diri apapun yang kami dapat,” katanya.

Rombongan terdiri dari 17 mahasiswa, satu pembina, satu konduktor dan satu pengiring. Keberangkatan PSM GST sempat mengalami beberapa kendala, khususnya masalah dana. Meskipun begitu, mereka tidak putus asa berbagai cara dilakukan untuk menggalang dana.

Baca : Mahasiswa Paduan Suara Akhirnya Berhasil Ikuti Lomba Internasional

“Tidak hanya yang berangkat ke Vietnam, semua anggota PSM GST ikut berusaha mengumpulkan dana. Mulai dari mengumpulkan koran bekas, berjualan kaos, gelang bahkan makanan ringan,” ujar Achmad Mursid, Koordinator Tim.

Apa Tanggapan Anda ?