Mitra Kemendikbud diberi penghargaan. foto: kemdikbud.go.id

Nasional

Atasi Pengangguran SMK Lewat Forum Berikut


JAKARTA – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) untuk lulusan SMK, setahun ini, mengalami penurunan tipis. Berdasarkan data BPS, tahun 2017 (11,41 persen) hingga bulan Agustus 2018 (11,24 persen). Penurunannya sebesar 0,17 persen.

Guna mengatasi hal tersebut, Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan SMK menggelar Rembuk Pendidikan Kejuruan SMK dengan tema “Solusi Mengatasi Pengangguran Lulusan SMK” di Hotel Pullman Jakarta.

“Jadi sebenarnya, pengangguran di SMK turun, meskipun porsinya masih tinggi,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy dalam siaran persnya.

Kesempatan ini dihadiri 150 orang dari unsur kementerian/lembaga terkait, perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), dan para pemangku kepentingan pendidikan vokasi, baik guru maupun praktisi pendidikan.

Selain itu, turut hadir tujuh Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (L3TK KPTK).

Menurut Mendikbud, lulusan SMK yang masuk data BPS bukanlah lulusan yang telah mendapatkan dampak dari kebijakan revitalisasi SMK. Program Revitalisasi SMK baru mulai berjalan pada pertengahan tahun 2017.

Salah satunya, dengan melakukan penataan anggaran pada tahun 2017. Kebijakan Revitalisasi SMK baru berjalan 100 persen pada akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018.

“Kita harapkan dengan revitalisasi SMK, kita bisa tekan tingkat pengangguran SMK. Ini juga jadi tantangan bagi Kemendikbud, apakah bisa membuktikan bahwa revitalisasi SMK berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Hadir sebagai pembicara inti, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution. Ia menyampaikan topik pembahasan “Pengembangan Pendidikan Kejuruan Menopang Pertumbuhan Ekonomi”.

Dalam kesempatan ini, Darmin, mengapresiasi alumni SMK yang telah mengharumkan bangsa Indonesia pada ajang Worldskills Asia 2018, di Dubai, Uni Emirate Arab. “Saya memberi hormat dan apresiasi tinggi kepada mereka. Mereka adalah orang-orang yang bisa bersaing dan bagus kemampuannya,” ungkapnya.

Selain seminar utama dengan pembicara Darmin Nasution, ada empat tema besar lainnya yang dibahas dalam Rembuk Pendidikan SMK tahun 2018. Yaitu, Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Pendidikan Kejuruan 2020-2025; Kurikulum SMK Berbasis Industri; Kebekerjaan Lulusan SMK, di Balik Angka, dan; Membangun Karakter Kerja dan Kewirausahaan Siswa SMK.

Kesempatan ini, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada mitra SMK, dunia usaha dan dunia industri yang dianggap telah berkontribusi dan memberikan perhatian terhadap pengembangan kompetensi lulusan SMK. Lima perusahaan yang menerima penghargaan Peduli SMK tersebut adalah L’Oreal Indonesia; PT. Astra Honda Motor (AHM); PT. PLN Persero; PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart); dan; Yamaha Motor Manufactoring Indonesia.

Salah satu penerima penghargaan tersebut, GM Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menuturkan penghargaan ini akan menjadi pendorong bagi perusahaan dalam meningkatkan pengelolaan implementasi Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (KTBSM) Astra Honda yang hingga saat ini telah diimplementasikan di 682 SMK mitra binaan di berbagai wilayah di Indonesia. Kurikulum ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan mengajarkan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan teknik terkini, sesuai perkembangan industri.

“Apresiasi ini bukan hanya untuk kami, tapi juga bagi seluruh guru dan anak didik SMK mitra binaan. Ini tantangan buat kami untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran agar dapat melahirkan alumni SMK yang berkualitas di penjuru negeri,” ungkapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?