Nia Kania Dewi dengan latar belakang foto-foto sampul buku karyanya, di rumahnya Jalan Caringin Cikungkurak, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat. (foto; tribunnews.com)

Tokoh

Berprestasi dan Gemar Menulis, Nia Peroleh Anugerah dari Presiden


Siedoo, Menjadi Guru Berprestasi Nasional, mengantarkan Nia Kania Dewi (47) memperoleh anugerah Satya Lencana Pendidikan Berprestasi dari Presiden Joko Widodo. Anugerah tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 120/TK/Tahun 2018 dan ditetapkan pada 1 November 2018 di Jakarta.

Satya Lencana diberikan kepada berbagai kalangan. Nia Kania Dewi mengatakan dirinya didaftarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), karena Kemendikbud mempunyai arsip mengenai guru berprestasi.

Guru SMP Negeri 36 Bandung itu mengatakan, 2 tahun lalu ia mengikuti Olimpiade Guru Nasional dan meraih juara pertama. Nia kemudian mendapatkan penghargaan dari Kemendikbud.

“Salah satu persyaratan untuk mendapatkan Satya Lencana itu, pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan,” ujar Nia di Jalan Caringin Cikungkurak, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat.

Diakui Nia, proses meraih lencana tersebut cukup panjang. Sejak saat meraih penghargaan dari Kemendikbud, dirinya terus dipantau. Tak hanya itu, Nia diminta untuk membuat portofolio atau rekam jejak selama dua tahun.

“Malamnya sebelum disematkan anugerah, kami dikumpulkan, ternyata penilaian itu sudah melalui seleksi dari kepolisian juga KPK, bahkan sampai BIN (Badan Intelijen Negara), tanpa kami sadari, kami itu diamati,” papar Nia, ditulis tribunnews.com.

Nia menambahkan, ia hanya mengikuti alur saja. Untuk portofolio pun ada verifikasi terlebih dahulu dari Kemendikbud.

“Jadi kami diberikan semacam pedoman penilaian, nanti kami evaluasi diri kami, apakah memenuhi persyaratan atau tidak,” tambahnya.

Gemar menulis

Selain itu, portofolio juga diverifikasi oleh tim dari Jakarta yang mendatangi sekolah. Menurut Nia, verifikasi tak hanya dilakukan pada peserta, tapi pada pimpinannya hingga Dinas Pendidikan.

Nia mengaku sangat bersyukur mendapatkan anugerah Satya Lencana Berprestasi ini. Ia menganggap hal tersebut merupakan rezeki yang luar biasa dan istimewa. Dia mengaku sempat tidak percaya sebab dia yang terpilih dari 3 juta guru di Indonesia.

Guru yang gemar menulis ini berpikir bahwa lencana tersebut merupakan amanah. Sehingga ia merasa berkewajiban untuk memberikan motivasi, mulai dari tempat tinggalnya hingga tempatnya bekerja.

Kini, Nia tengah fokus menyalurkan hobi menulisnya dan telah menerbitkan 15 judul buku. Ia pun mengajak teman-teman guru lainnya untuk menulis dan ikut berprestasi, seperti mengikuti berbagai olimpiade. (*)

Apa Tanggapan Anda ?