Daerah

Dukung Geopark Belitong, Perpusda Gencarkan Gerakan Literasi

BELITUNG - Perpusatakaan, lembaga yang berfungsi sebagai pusat informasi dan tempat pembelajaran sepanjang hayat, dalam perkembangannya harus melaksanakan layanan berbasis inklusi sosial. Bukan sekedar membaca buku, tapi bertransformasi agar bermanfaat, yakni pelayanan yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka mendukung geopark Pulau Belitung menuju UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2019, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Belitung mengajak peran serta masyarakat termasuk para pelajar dalam konservasi dan pendayagunaan pelaksanaan geopark untuk tujuan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat berkelanjutan. Kasi Pengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Septi Anggraheni mengatakan, pihaknya mendukung Geopark Belitong menuju UGG dari sisi edukasi dan literasi.

Septi menjelaskan, literasi yang merupakan kemampuan membaca, memahami, dan mengaktualisasikan bahan bacaan dapat diaplikasikan dalam upaya menciptakan karya geoproduct. Misalnya saja melalui kegiatan yang dilakukan pada akhir Oktober lalu. Perpusda mengajak pelajar SLB Negeri Tanjungpandan mengolah bahan alam, seperti buah sagu dan cemara digabungkan dengan kain bekas hingga menghasilkan bros.

Septi mengatakan, dukungan terhadap geopark hendaknya dilakukan berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali pelajar berkebutuhan khusus. Kreativitas pun diperlukan dalam membuat geoproduct yang bernilai ekonomi meski berasal dari bahan daur ulang. Septi pun berharap semakin banyak masyarakat yang peduli dengan melestarikan dan memberdayakan sumber daya alam (SDA).

“Kegiatan seperti ini merupakan literasi, membaca buku yang diwujudkan dalam suatu karya,” katanya.

Dijelaskan Septi, peranan literasi dalam pengedukasian masyarakat termasuk pelajar penting untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi Geopark Belitong. “Oleh sebab itu perpustakaan umum daerah Kabupaten Belitung menyelenggarakan gerakan literasi geopark ke sekolah-sekolah dan pendidikan pemustaka yang berbasis inklusi sosial dalam berbagai bidang dengan sebagian temanya adalah literasi Geopark Belitong,” jelas Septi dilansir posbelitung.co.

Pendidikan pemustaka merupakan program pengembangan minat baca bertemakan ‘Dari Buku Wujudkan Karya’. Di mana selain literasi geoproduct juga diadakan pendidikan pemustaka teknik jurnalistik.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara kemampuan membaca, memahami, dan menuliskan kembali tentang pembelajaran Geopark Belitong. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak pelajar SMP.

Selain itu, juga ada kegiatan pendidikan pemustaka teknik cerita bergambar yang melibatkan siswa SD dan seniman lukis. Para siswa diajak menggambar dan menuliskan cerita tentang alam, budaya, dan adat istiadat Belitung yang merupakan bagian geopark yakni pelestarian warisan budaya dan geologi.

Dalam mendukung Geopark Belitong, perpusda menyiapkan beberapa agenda lain seperti geoliterasi dan geoedukasi. Untuk geoedukasi ini dengan memasukkan materi geopark sebagai mata pelajaran muatan lokal sekolah. Selain itu diagendakan pula reading corner di setiap perpustakaan sekolah dan desa berkaitan dengan geopark.

Septi berharap, semakin banyak masyarakat Belitung yang peduli untuk melestarikan dan memberdayakan sumber daya alam (SDA) demi terwujudnya Geopark Belitong. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?