Tokoh

Imron Ichwani, Perjuangan Anak Penjual Bubur Menjadi Taruna Akmil

Siedoo, Nama Imron Ichwani Nomor Aka 2018.057, satu diantara 776 prajurit taruna Akademi Militer (Akmil) yang diwisuda langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. Namun siapa sangka, diantara sederet nama itu, Imron Ichwani yang memiliki kisah cukup inspiratif. Imron adalah anak dari Sugeng Suroso yang bekerja sebagai penjual bubur ayam di Jalan Cempaka RT 03/06 Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Perjalanan panjang telah dilalui Imron untuk bisa berdiri di hadapan Panglima TNI. Semasa sekolah, Imron selalu membatu orangtuanya, menyiapkan segala perlengkapan dan bahan dagangan bubur ayam orangtuanya. Ia membantu dari mulai pukul 04.15 WIB setelah sholat Subuh, sampai menjelang berangkat sekolah.

Awalnya, dia mendapatkan informasi tentang Taruna Akademi Militer dari Anggota Ajenrem 071/ Wijayakusuma Purwokerto yang memberikan sosialisasi tentang perekrutan taruna taruni kepada siswa - siswi SMA di sekolahannya. Kemudian Imron tertarik untuk mengikuti seleksi calon taruna Akademi Militer, yang sejak kecil dia cita - citakan.

Kemudian dia mendaftarkan diri ke Ajenrem 071/ Wijayakusuma Purwokerto, seleksi daerah di Rindam IV / Diponegoro Magelang. Setelah dinyatakan lulus pada seleksi tingkat daerah, dilanjutkan seleksi tingkat pusat di Pusenif pada 1 April 2018, dan dinyatakan lolos.

Selanjutnya dia bergabung dengan rekan - rekannya untuk mengikuti pendidikan Integrasi Kemitraan taruna - taruni Akademi TNI dan taruna - taruni Akpol. Dalam mengikuti kegiatan di Resimen Chandra hari -hari terasa sangat berat, capek dan melelahkan. Karena jadwal kegiatan sangat padat. Bangun pukul 04.00 – apel malam pukul 22.00, jam istirahatnya sangat singkat.

Tapi pada minggu minggu ke 2, ke 3 dan seterusnya ibarat badan sudah menyesuaikan dengan kegiatan kegiatan yang ada di Akademi Militer Resimen Chandra. Dengan landasan mengikuti kegiatan ini dengan hati ikhlas, motivasi diri dan doa orang tua. Sehingga, kegiatan terasa ringan. Semangat menjalani seluruh kegiatan yang mengalir terjadwal, walaupun seberat apapun.

"Merupakan cita - cita sejak kecil untuk menjadi Taruna," ujar Imron.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin langsung upacara wisuda prajurit Taruna dan Bhayangkara Dua taruna. Sejumlah 776 Prabhatar yang wisuda, terdiri dari 519 prajurit Taruna Akademi TNI dan 257 Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian, di Stadion Sapta Marga, Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Turut hadir pada acara Wisuda Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Kepolisian adalah Para Kepala Staf Angktan (Kasad, Kasal dan Kasau) Kalemdiklat Polisi dan para Gubernur Akademi serta Gubernur Akpol. Pada kesempatan itu Panglima TNI menyematkan pangkat Prajurit Taruna dan Bhayangkara dua taruna kepada lulusan terbaik dari tiap matra.

Apa Tanggapan Anda ?