Daerah

Mahasiswa Ikut Galang Dana bagi Korban Bencana

MAGELANG - Bencana alam yang menerjang Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah juga dirasakan warga Kota Magelang, Jawa Tengah. Beberapa elemen kumpul jadi satu dan mencarikan bantuan untuk para korban bencana. Car Free Day, di Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang, dijadikan momen mahasiswa dan belasan anggota komunitas pesepeda Magelang menggalang aksi peduli gempa dan tsunami untuk korban di Sulteng.

”Bantuan dari masyarakat ini akan kita salurkan dan digabung dengan komunitas lainnya untuk disalurkan ke posko-posko di Palu, Donggala, dan Sigi. Supaya korban bencana juga teringankan bebannya dengan adanya bantuan ini,” kata salah satu peserta aksi Siska Sri Yoga.

Dia berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat solidaritas dari pesepeda di Magelang. Memang sejak bencana memilukan itu terjadi, sejumlah warga Kota Magelang mulai sibuk turun ke jalan. Sembari membawa kardus mereka menggalang dana di beberapa tempat publik untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Bantuan berupa uang, pakaian serta sembako akan mereka salurkan, dari bantuan masyarakat yang mereka kumpulkan. Siska pun mengapresiasi para pengunjung CFD yang secara spontanitas menyisihkan uang dalam penggalangan dana tersebut. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam, dana yang terkumpul mencapai Rp 2,5 juta.

Sikap solidaritas dan peduli sesama yang diwujudkan warga ini rupanya juga membuat bangga Walikota Magelang, Sigit Widyonindito. Ia mengapresiasi kinerja relawan asal Kota Magelang yang ada di Lombok, NTB dan Sulteng.

”Saya sempat bertemu langsung dengan relawan asal Kota Magelang, saat di Lombok. Ternyata mereka datang ke lokasi bencana itu sampai lima hari, pakai jalur darat dan laut naik kapal. Saya terus terang trenyuh dengan sikap anak-anak kita yang jadi relawan,” jelasnya.

Terkait bencana yang banyak terjadi di Indonesia belakangan ini, ia mengajak warganya untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur. Bencana menurutnya, bukanlah akhir yang harus disikapi dengan keputus-asaan melainkan semangat untuk bertawakal dan meningkatkan keimanan terhadap Tuhan.

”Jangan anggap bencana ini adalah musibah belaka, tetapi ada hikmah di dalamnya. Sikapi secara positif bahwa ini adalah ujian dari Allah agar kita senantiasa merasa bersyukur atas nikmat yang diberikan," jelasnya.  (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?