Para pendidik dan taruna tengah berupaya mengoperasikan salah datu mesin kapal di Laboratorium Kelautan SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan.

Daerah

Laboratorium Kelautan Menuju Pusat Maritim Dunia

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Pemerintah memiliki target besar bahwa ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat maritim dunia. Untuk mendukung program itu, SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Kabupaten Magelang mempersiapkan tarunanya dengan berbagai kemampuan yang mendukung dan mumpuni. Program ini didukung dengan upaya pengembangan Laboratorium Kelautan yang dimiliki pihak sekolah.

Pengembangan laboratorium kelautan ini dilakukan dalam rangka menunjang praktikum taruna dengan model simulasi kapal yang mendekati kondisi riil dilapangan. Dalam kesehariannya, laboratorium ini utamanya digunakan bagi jurusan yang berhubungan dengan kelautan, yaitu jurusan Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI).

Pengadaan peralatan simulasi yang baru itu, sesuai dengan kondisi nyata dilapangan. Beberapa peralatan tersebut terdiri dari mesin penggerak utama dengan model marine engine tipe yanmar 78 dan 170 Hp untuk kapal dengan kapasitas 20 – 30 gross ton. Mesin generator terdiri dari mesin 2 (115 Kw) dan 4 tak (140 Kw) dan mesin simulasi kemudi dengan model elektik hidrolik kemudi.

Ada juga mesin bantu penangkapan (power block) berupa alat tangkap purse seine dan line holler. Serta, mesin bantu pompa untuk pendingin mesin utama

“Dengan adanya dukungan peralatan yang sangat memadai diharapkan dapat meningkatkan kualitas kemampuan teknis para taruna. Sehingga, taruna mempunyai bekal yang cukup apabila terjun langsung dilapangan,” kata Ketua Jurusan Teknikal Kapal Penangkap Ikan SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan Budihardjo BSc.

Mantan pelaut ini menjelaskan, selain bekal kemampuan teknis yang diberikan oleh sekolah, para taruna juga dibekali dengan kemampuan bahasa yang memadai. Kemampuan ini dipandang perlu karena pada kondisi tertentu, para pelaut akan berkomunikasi dengan bahasa standar internasional.

“Kemampuan lain yang wajib menjadi bekal bagi taruna adalah dari segi fisik dan mentalitas,” katanya.

Bekal fisik dan mentalitas ini menjadi salah satu faktor utama yang digembleng pihak sekolah. Diantaranya dengan memberikan latihan fisik yang terukur dan memberikan dorongan. Serta, memberikan gambaran nyata tentang suka duka dan sikap dalam menghadapi berbagai kondisi dilapangan yang akan terjadi di kapal.

“Dengan tenaga pendidik yang merupakan ahli dan memang berpengalaman dibidang kelautan selama puluhan tahun, para siswa mendapat bekal gambaran nyata kondisi yang akan dihadapi dilapangan. Sehingga dapat lebih siap dalam mengahadapi berbagai situasi,” kata Budihardjo.

Apa Tanggapan Anda ?