Perwakilan dari SMK yang menerima penghargaan. foto: kemdikbud.go.id

Nasional

6 SMK di Bawah ini Masing-masing Dapat Rp 240 Juta, Berikut Daftarnya


JAKARTA – Sekolah-sekolah yang berhasil menjalankan program SMK Link and Match, bekerjasama dengan industri nasional mendapatkan penghargaan. Melingkupi 178 program/jurusan dari 135 SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memilih 6 finalis terbaik.

Keenam pemenang tersebut adalah:
1. SMK Mitra Industri MM2100, binaan PT Astra Honda Motor.

2. SMK Muhammadiyah Kajen, binaan PT Astra Daihatsu Motor.

3. SMK Tunas Harapan Pati, binaan PT TMMIN dan Yayasan Toyota Astra.

4. SMKN 1 Kawali, binaan PT Skyline Semesta

5. SMKN 26 Jakarta, binaan PT PLN (Persero).

6. SMKN 1 Grati, binaan PT Super Unggas Jaya.

Kepada para pemenang diberikan hadiah bantuan dari Pemerintah berupa pengembangan SMK Berbasis Industri dan Keunggulan Wilayah, masing-masing senilai Rp 150 juta. Selain itu, PT. Astra selaku mitra Pemerintah juga memberikan uang tunai dengan total hadiah sebesar Rp 90 juta untuk keenam pemenang.

Untuk kategori Otomotif binaan Grup Astra, dimenangkan SMK Tunas Harapan Pati, binaan PT.TMMIN dan Yayasan Toyota Astra untuk jurusan Teknik Kendaraan Otomotif.

Sedangkan Kategori Umum, dimenangkan oleh SMKN 1 Grati, binaan PT. Super Unggas Jaya untuk jurusan Agribisnis Ternak Unggas.

“Ini kita membuktikan bahwa SMK kita menunjukkan prestasi yang luar biasa dan lebih penting lagi. Sekarang ini eranya dunia usaha. Dunia industri sudah tidak ragu lagi untuk masuk membantu SMK kita,” kata Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusumo Seta dilansir dari kemdikbud.go.id.

Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperankan dunia industri untuk mendorong pengembangan SMK. Yakni, dunia industri bisa menjadi tempat akses marketing lulusan SMK, dunia industri juga bisa menjadi tempat akses resources sumber daya seperti keuangan, dan pembangunan infrastruktur. Terakhir, industri juga bisa menjadi tempat akses untuk sumber ilmu dan keterampilan.

“Revitalisasi SMK difokuskan untuk membantu kebutuhan industri di Indonesia, juga untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia yang berkualitas. Serta, menjadikan murid-murid SMK siap terjun langsung ke dunia usaha dan dunia industri,” paparnya.

Kerjasama dengan dunia usaha dan industri, adalah jantung utamanya. Dengan kerjasama tersebut kurikulum di SMK bisa dibuat sejalan dengan dunia usaha dan industri.

Ananto menyampaikan apresiasi kepada PT. Astra International Tbk, beserta anak usahanya yang telah memberikan atensi, dan menjadikan pengembangan SMK sebagai langkah strategis perusahaan dalam membangun SDM yang berkualitas. ”Kami ucapkan terima kasih kepada dunia usaha dan dunia industri yang telah berkomitmen membantu SMK kita, dan juga kepada Ibu dan Bapak guru SMK,” kata Ananto.

Deputy Head of Environment and Social Responsibility Division, PT Astra International Tbk, Diah Febrianti, mengatakan program CSR Astra di bidang pembinaan SMK dilakukan dalam rangka membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan SMK di Indonesia. Sekaligus mendukung Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

“Astra telah membina 1.329 SMK di Indonesia dalam skema program SMK Link & Match Industri,” tandasnya.

Beberapa di antaranya telah meraih berbagai prestasi, salah satunya dalam kompetisi LKS Nasional dan World Skill di tingkat dunia.

“Pada tahun 2018 ini, Astra bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangankan instrumen platform program pembinaan SMK Link and Match dengan Industri,” terang Diah. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?