Nasional Teknologi

Mapel TIK Akan Kembali Dengan Nama yang Baru

JAKARTA – Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sempat lenyap dari sekolah tingkat pertama maupun sekolah tingkat menengah atas atau sederajat. Ini terjadi setelah diberlakukannya Kurikulum 13.

Di tahun pelajaran mendatang, mata pelajaran yang berhubungan dengan teknologi tersebut akan hadir dengan subtansi yang sama. Tetapi,dengan nama yang berbeda. Namanya mapel Informasi.

Untuk jenjang SMP, dari pemerintah rencananya mapel informasi diberikan selama dua jam pelajaran per pekan. Sedangkan untuk SMA, mapel ini masuk pelajaran pilihan dengan porsi hingga tiga jam pelajaran per pekan.

Sebagaimana ditulis jawapos.com, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Awaluddin Tjalla menjelaskan ada sejumlah tantangan dalam penerapan mapel Informatika ini. Diantaranya jumlah guru yang hanya sekitar 40.000 orang.

Dari jumlah itu, guru Informatika yang bersertifikasi serta linier jalur kuliahnya hanya sekitar 20.000 orang atau separuhnya.

"Di satu sisi belum ada penambahan guru (CPNS) baru," katanya.

Saat ini, Kemendikbud masih terus menyiapkan dokumen implementasinya. Selain itu kompetensi dasar mapel Informatika juga terus dikaji, divalidasi, dan diujicoba.

Kemendikbud juga menyamakan persepsi antara akademisi dengan guru. Awaluddin menegaskan mapel Informatika harus disampaikan dengan tepat dan baik.

Hanya saja, belum diketahui apakah mapel ini akan diterapkan secara menyeluruh atau bertahap.

Dorong Siswa Berfikir Kritis, Berinovasi, Melek Teknologi

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Dia berharap tidak sekadar ganti nama, tetapi materinya juga ditingkatkan ketimbang saat masih bernama TIK dahulu.

“Mapel informatika bukan siswa belajar cara pakai komputer. Sebab, siswa sekarang sudah penduduk dunia digital,” tuturnya dilansir jpnn.com

Menurutnya mapel tersebut harus bisa membantu siswa memecahkan masalah, berpikir kritis, berinovasi, serta membangun jiwa kolaborasi memanfaatkan teknologi.

Misalnya, dalam satu kelas siswa membuat aplikasi atau game yang tentunya tidak boleh sama. Kemudian, ada salah satu karya siswa yang nge-lag atau macet.

Dari kasus itu, siswa bisa berupaya keras memecahkan persoalan yang dihadapi. Baik itu secara individu maupun berkolaborasi dengan rekannya.

Dia menegaskan, mapel informatika jangan dibayangkan nanti setiap siswa menjadi programmer.

“Kecuali bagi siswa yang berbakat dan berminat di bidang programmer,” jelasnya.

Dia menambahkan, mapel informatika adalah membiasakan siswa untuk berpikir kritis dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?