Rektor ITS secara resmi meluncurkan program ITS Endowment Fund.

Daerah

Endowment Fund, Dana Abadi Alumni untuk ITS


SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur resmi meluncurkan program ITS Endowment Fund. Program ini untuk menunjang kemajuan pendidikan dan menyediakan biaya yang terjangkau bagi mahasiswa.

Endowment Fund merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang berbentuk uang atau bangunan yang hasilnya digunakan untuk menjalankan kegiatan yang dapat menunjang kemajuan ITS. Dana yang terkumpul dapat disalurkan melalui progam beasiswa ataupun untuk membiayai riset inovatif dari mahasiswa. Peluncuran ini bertepatan dengan pembukaan Dies Natalis ke-58 ITS di Stadion ITS.

“Selain dengan menjadi lebih mandiri, peningkatan kapasitas ITS juga dapat dilakukan dengan cara kolaborasi,” kata Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Dana abadi ini telah dirintis sejak awal kepemimpinan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD. Progam ini bersistem Customer Relationship Management (CRM) alumni dan perusahaaan, suatu jenis manjemen yang membahas penanganan hubungan antara perusahaan dan pelanggan.

Dengan demikian diharapkan nantinya hubungan ITS dengan alumni ataupun donatur tidak hanya berbentuk transaksi.

“Meraih kerja sama dengan pihak industri atau pemerintah akan menjadikan ITS lebih maju. Dengan begitu, ITS akan menjadi semakin besar dan tetap berjaya,” tegasnya.

Kepala Sudirektorat Kerja Sama dan Kealumnian Direktorat Inovasi, Kerja Sama dan Kealumnian ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution menjelaskan, dengan Endowment Fund semangat ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang menyediakan biaya kuliah terjangkau akan tetap ada. Hal ini lantaran ITS hanya disuplai dana 30 persen dari pemerintah.

“Kalau bisa menutup kekurangan hingga 20 persen itu sudah bagus. Sebab prinsip kami menyediakan kualitas pendidikan yang tinggi dengan biaya terjangkau dan kami yakin pendidikan lah yang bisa mengangkat derajat setiap orang,” jelasnya.

Pria yang besar di Jember itu menuturkan, program ini agar hubungan ITS dengan alumni bisa berbentuk kerjasama. Bukan sekedar mencari salah satu pihak saat butuh.

Selain itu, dengan sistem database setiap alumni atau masyarakat yang terdaftar sebagai donatur akan mudah untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Terlebih mereka yang memiliki bidang usaha yang sama. Dengan angka minimal Rp 100.000 untuk satu poin, rencananya November 2018 nanti akan dilakukan penggalian dana pada alumni.

“Kami juga menerapkan sistem poin yang dapat digunakan kapan saja. Akumulasi dari poin tersebut bisa digunakan untuk mendaftar pelatihan sertifikasi ataupun mendaftarkan anaknya ke ITS,” jelasnya.

Pada peluncuran awalnya tahun 2017 lalu, berdasarkan uji coba yang dilakukan telah terkumpul dana sekitar Rp 34 juta. Dana tersebut diperoleh melalui penggalian dana dari para alumni ITS.

“Kita sangat membutuhkan partisipasi alumni, sehingga dana yang telah tersimpan dapat terus bertambah. Endowment Fund ini seperti amal jariyah,” kata dosen Manajemen Bisnis itu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?