Inovasi

Inovasi, Mahasiswa Mampu Tingkatkan Performa Baterai Hingga 130 Persen

Siedoo, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur menggagas inovasi yang dapat meningkatkan performa baterai komersial jenis Zinc-Carbon untuk meminimalisasi jumlah limbah. Pelapisan nikel pada baterai Zinc-Carbon dapat meningkatkan performa baterai hingga 130 persen.

Dengan meningkatkan performanya, maka masa penggunaan baterai akan semakin panjang. Hal tersebut membuat masyarakat tidak perlu sering-sering mengganti baterai. Sehingga limbah baterai menjadi berkurang.

Inovasi ini dihasilkan melalui penemuan ide dan riset yang berlangsung selama satu bulan. Inovasi yang mereka gagas ini masih baru dan belum pernah ada sebelumnya.

“Jadi, bisa dibilang kami yang mulai menggagas ide ini untuk kali pertama,” kata Andre Novent Chenady, ketua tim inovasi.

Selain Andre, mahasiswa lain yang terlibat yaitu Adinata Setiawan, Alvin Febrianto, Merlin Liyanti, dan Michelle Veronika Mutiara A. Kelimanya merupakan mahasiswa S1 Teknik Kimia ITS angkatan 2018. Tergabung dalam satu tim, mereka menggagas inovasi baru dalam peningkatan performa baterai Zinc-Carbon dengan menambahkan nikel melalui metode electrospray.

Kerja keras tim yang dibimbing oleh Dr Kusdianto ST MScEng ini membuahkan hasil yang membanggakan. Ide yang mereka gagas berhasil meraih medali emas dalam ajang kompetisi internasional ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021 sekaligus mendapatkan IYSA Special Award. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) pada 18 – 22 Februari 2021 lalu.

Setelah menjuarai kompetisi yang diikuti 505 tim dari 20 negara, salah satu tim ITS ini berharap idenya dapat diaplikasikan, terutama untuk mengurangi limbah baterai komersial yang ada di Indonesia.

“Semisal inovasi ini diaplikasikan, limbah baterai yang ada di Indonesia akan berkurang sebanyak 30 persen,” jelas mahasiswa asal Tanjung Pinang tersebut.

Baca Juga :  Tim Abmas dan KKN ITS Rancang Alat Pengolah Biji Kemiri

Untuk diketahui, sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Jakarta menyumbangkan 130 ribu limbah baterai jenis Zinc-Carbon setiap harinya. Belum lagi dari kota-kota besar lainnya. Oleh karena itu, lima mahasiswa ini menggagas inovasi yang dapat meningkatkan performa baterai komersial jenis Zinc-Carbon untuk meminimalisasi jumlah limbah.

Andre menjelaskan, electrospray adalah salah satu metode coating atau pelapisan yang bisa menghasilkan partikel berukuran nano. Dari sekian banyak metode coating, tim ini memilih metode electrospray.

“Hal ini dikarenakan keuntungan metode electrospray yang bisa menambahkan lebih sedikit partikel nikel,” jelas Andre.

Selain itu, metode electrospray juga membuat luas permukaan nikel pada batang karbon baterai menjadi lebih luas. Sehingga biaya yang dibutuhkan juga lebih hemat.

Di samping itu, pelapisan dengan electrospray pun membuat nikel pada batang karbon baterai terlapis sempurna dengan porositas yang rendah. Coating dengan metode electrospray dilakukan dengan menghubungkan batang karbon dan jarum metalik dari suntikan yang berisi larutan nikel dengan suplai energi listrik.

Listrik tegangan tinggi dari suplai energi diatur agar partikel nikel membentuk Taylor cone. “Setelah kondisi yang diinginkan tercapai, partikel-partikel nikel akan terpancar dan menyelimuti batang karbon,” jelasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?