Nasional

Semnas dan Rakernas RJI Membangun Budaya Riset yang Bereputasi

BANDUNG - Seminar Nasional (Semnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) terus berlanjut bagi Jurnal Relawan Indonesia (RJI). Di tahun 2018 ini merupakan yang kedua lanjutan dari Semnas dan Rakernas ke-1 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMS), Jawa Timur tahun lalu. Kegiatan berskala nasional tersebut digelar dalam rangka meningkatkan riset dan publikasi ilmiah dalam menghadapi persaingan global era revolusi industry 4.0.

"Ini sangat bermanfaat, untuk mendukung kemajuan jurnal di Indonesia," kata Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag, yang membuka Semnas dan Rakernas ke-2 di Universitas Pendidikan Bandung (UPI), Jawa Barat.

Tema yang diangkat adalah "Membangun Budaya Riset Bangsa Melaui Penerbitan Jurnal Nasional dan Internasional Bereputasi".

Dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Ade Rahmat Iskandar, yang menjadi salah satu peserta menyatakan hal yang sama. Ditandaskan kebijakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang membuat kebijakan yang fleksibel untuk para pengelola jurnal untuk terus bersaing.

"Baik di tingkat nasional maupun internasional," tandasnya.

Dr. Sadjuga, M.Sc dari Kemenristekdikti sebagai pemateri menjelaskan tentang kebijakan publikasi ilmiah di Indonesia. Lalu Dr. Dasapta Erwin Wirawan dari ITB/INArvix menjelaskan tentang open science dalam kebijakan jurnal. Prof. Dr. Komang G WIryawan dari Himpunan Editor Berkala Ilmiah Indonesia (HEBII) menjelaskan tentang kode etik publikasi ilmiah.

Kemudian, M.Tanzil Multazam sebagai Crossref Ambassador menjelaskan tentang ORCID dan Crossref. Hilman Fathoni, SH yang merupakan perwakilan dari Creative Commons Indonesia menjelaskan tentang lisensi creative commons dan Dwi Fajar Saputra sebagai Manager Helpdesk IOS menjelaskan tentang IOS Links sebagai bentuk output OA.

Sebagaimana diketaui, RJI merupakan gerakan relawan yang diketuai Andri Putra Kesmawan, M.IP. Ia dengan sukarela memberikan sumbangsih, pemikiran, dan tenaga terkait pengelolaan jurnal elektronik di perguruan tinggi, badan penelitian, dan lainnya di Indonesia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?