Nasional

Rincian yang Diterima dalam SBMPTN 2018

JAKARTA - Dari 860.001 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018, yang diterima hanya 165.831. Mereka akan disebar dalam 85 PTN. Nama-nama yang diterima telah diumumkan oleh Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (SNPMB PTN).

Sebagai perincian, peserta kelompok Non-Bidikmisi yang diterima 122.558 peserta. Peserta berpotensi menjadi penerima Bidikmisi diterima 43.273 peserta.

Kemudian, berdasarkan jenis ujian yang diikuti, peserta Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) yang diterima 160.778 peserta. Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diterima 5.053 peserta.

Selanjutnya perincian peserta diterima menurut kelompok ujian yaitu, kelompok Saintek diterima 68.333 peserta. Kelompok Soshum diterima 64.882 peserta, dan kelompok Campuran diterima 32.616 peserta.

Panitia Pusat SNPMB PTN 2018 juga menetapkan, 45 (16,9%) peserta diterima dari 267 pendaftar yang berkebutuhan khusus.

Perincian peserta berkebutuhan khusus yang diterima sebagai berikut:

1. Tunanetra 16 peserta
2. Tunarungu 10 peserta
3. Tunadaksa 13 peserta
4. Berkebutuhan khusus lebih dari satu jenis 6 peserta.

Situs Resmi

Untuk bisa mengetahui peserta yang lulus dapat membuka laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id.

Pengumuman secara online tersebut mulai dibuka Selasa 3 Juli 2018. Langkah yang harus ditempuh setelah membuka laman tersebut, peserta wajib:

1. Memasukkan nomor peserta
2. Peserta wajib memasukan tanggal lahir
3. Peserta yang lolos diharapkan segera melakukan pendaftaran ulang pada masing-masing PTN sesuai jadwal.

Ketua Panitia Pusat SNPMB PTN 2018 Ravik Karsidi menyebutkan program studi (prodi) yang paling banyak diminati hampir sama dengan tahun sebelumnya.

Dikatakan, untuk Saintek yang paling banyak diminati Ilmu Kedokteran, Farmasi, Teknik Informatika. Sedangkan untuk Soshum yang paling banyak diminati yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Komunikasi.

“Sementara untuk prodi baru yaitu Aktuaria dan Ilmu Komputer yang sesuai dengan tuntutan perkembangan terakhir atau era revolusi industri 4.0,” terang Ravik dalam siaran persnya.

Pada tahun ini panitia SNPMB PTN 2018 melakukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi informasi, yaitu peserta dapat menggunakan sistem android dalam pelaksanaan ujian.

Sekretaris Panitia Pusat SNPMB PTN 2018 Joni Hermana mengatakan, pelaksanaan ujian dengan menggunakan sistem android ini cukup baik.

“Cukup baik artinya proses pengerjaan sesuai yang diharapkan. Namun masih perlu dilakukan perbaikan,” terang Joni.

Joni kemudian menerangkan, hasil evaluasi pada penggunaan android ini seperti soal ujian yang masih merupakan konversi dari versi cetak. Sehingga, untuk ukuran layar handphone android yang relatif kecil membuat peserta kesulitan. Selain itu, dari aspek keamanan, karena menggunakan Wi-Fi sehingga masih rentan untuk diretas.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyampaikan ucapan selamat bagi yang diterima di PTN pilihannya. Sedangkan bagi yang tidak diterima, menteri berharap untuk tidak berkecil hati.

“Saya ucapkan selamat bagi anak Indonesia yang mendapatkan kesempatan yang baik kali ini. Bagi yang belum lulus, masih ada kesempatan lain melalui jalur Seleksi Mandiri. Selain itu juga ada kesempatan mendaftar di perguruan tinggi swasta yang saat ini kualitasnya semakin baik," katanya.

Apa Tanggapan Anda ?