Nasional

Palsukan Nilai Rapor Masuk Perguruan Tinggi Bisa Berakibat DO

JAMBI - Rektor Universitas Jambi (Unja) Johny Najwan menyatakan ada tren sekolah di daerah-daerah tertentu memperbaiki rapor agar siswanya bisa masuk kenperguruan tinggi melalui jalur prestasi. Akibatnya, ada mahasiswa yang dikeluarkan (drop out atau DO) karena tidak mampu mengikuti perkuliahan.

“Karena ada dusta di antara perguruan tinggi dengan sekolah. Kedepan, perlu ada koordinasi agar tidak ada lagi pemalsuan nilai. Perguruan tinggi hanya melihat hitam di atas putih atau administrasi saja berdasarkan nilai rapor, sertifikat dan lainnya," katanya.

Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengatakan, pengkatrolan nilai di rapor yang dilakukan sekolah saat siswanya ingin masuk ke perguruan tinggi, itu akan merugikan siswa itu sendiri. Ketika tidak mampu mengikuti tekanan yang dibebankan perguruan tinggi kepada mahasiswanya yang masuk melalui jalur prestasi, mahasiswa tersebut terpaksa harus dikeluarkan atau drop out.

“Ketika sekolah-sekolah menaikkan nilai siswa, ketika ia jadi mahasiswa, beberapa diantaranya terpaksa harus drop out. Karena, memang tidak mampu mengikuti proses belajar mengajar, dan proses perkuliahan di jurusan yang diambil,” kata Esti.

Dikatakan, adanya keluhan dari perguruan tinggi terkait pengkatrolan nilai oleh sekolah, karena selama ini dijadikan acuan penerimaan mahasiswa baru adalah nilai rapor semester 1 sampai semester 5 di SMA dan sederajat.

Ia minta harus ada filter yang dilakukan perguruan tinggi agar tidak semata-mata mengacu pada nilai rapor semata. Tetapi, juga akreditasi sekolah, serta prestasi lain di luar akademik.

“Saya kira semua sistem atau peraturan, pasti ada celah. Perlu kesadaran kita bersama untuk berani melakukan kritik terhadap diri sendiri dan berfikir untuk bersama-sama maju demi bangsa dan negara. Agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan, angka partisipasi sekolah serta partisipasi kuliahnya juga bisa lebih bagus," imbaunya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?