Pameran karya milik Elgana untuk tugas akhirnya berjudul “Pengembangan Kostum Karakter Epos Ramayana dengan Teknik Utama Reka Latar”. Terdapat 4 buah kostum untuk menghidupkan 4 karakter dalam Epos Ramayana.

Inovasi

Riset Selama 6 Bulan, Elgana Keluarkan Desain Kostum Epos Ramayana


BANDUNG – Selama enam bulan, Elgana melakukan penelitian bidang fashion di kawasan Bandung, Jawa Barat. Mahasiswa Prodi Kriya Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mencari data tentang proses membuat kostum khusus. Untuk tugas akhirnya yang berjudul “Pengembangan Kostum Karakter Epos Ramayana dengan Teknik Utama Reka Latar”, Elgana mendesain kostum dalam Epos Ramayana.

Terdapat 4 buah kostum megah dan indah yang dibuat oleh Elgana. Karya itu untuk menghidupkan 4 karakter yang paling kuat dan menonjol dalam Epos Ramayana.

Selama proses pembuatan keempat kostum ini Elgana banyak melakukan riset, penggalian ide, pembuatan corak, dan eksplorasi di sekitaran Kota Bandung selama 6 bulan. Kostum megah yang mengolaborasikan etnis dengan sentuhan futuristik ini tidak hanya indah dilihat. Tetapi juga sangat memerhatikan kenyamanan penggunanya.

Seluruh kostum menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh pewayangan dalam Epos Ramayana. Kostum milik Hanoman dibuat dengan warna putih untuk menggambarkan kesetiaan, kejujuran, dan keberanian. Berbeda dengan kostum milik Dewi Shinta yang menceritakan tekanan yang dialami Dewi Shinta melalui pemilihan warna merah keunguan.

Sedangkan untuk kostum Rama, dipilih warna biru untuk memberikan kesan elegan, baik, jujur, dan pemimpin yang dingin. Kostum yang terakhir, yaitu kostum Rahwana sang antagonis, memancarkan rasa mistik, haus akan kekuasaan, dan kemegahan dalam balutan warna gelap seperti hitam, merah tua, dan jubah keemasan.

Elgana mendesain keempat kostum ini dengan baik sehingga kostum-kostum tersebut sangat mudah digunakan dan menggunakan bahan inner. Seperti katun untuk menghindari ketidaknyamanan pemakainya. Bahkan, dalam proses produksinya, kostum-kostum tersebut menggunakan teknik yang sangat mudah sehingga tahap produksi tidak memakan waktu lama. Yaitu hanya sekitar 2 minggu.

Melalui karya ini Elgana berharap dapat mengubah visual Ramayana yang terkesan kolot dan monoton dengan suasana yang baru. Sehingga, meningkatkan minat anak muda terhadap budaya bangsa. Elgana percaya bahwa terdapat banyak pelajaran yang bisa dipetik dalam kisah-kisah serupa Epos Ramayana untuk diterapkan pada hari ini dan di masa depan nanti.

Karya ini selanjutnya akan didaftarkan dalam lomba seperti karya lainnya dari Elgana, yang pernah menjadi finalis 20 Besar pada Indonesia Fashion Week 2018. Adapun karya tersebut merupakan karya yang mengangkat tenun toraja yang terkesan kolot dan konvensional menjadi fashion item anak muda yang simple dan elegan.

Karya Elgana ini juga sudah dipamerkan Prodi Kriya untuk menghiasi Aula Timur Institut Teknologi Bandung. Pameran ini menjadi prasyarat kelulusan untuk sekitar 30 mahasiswa Prodi Kriya. Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan hasil karyanya kepada pengunjung yang datang ke booth seluas 3×3 meter persegi milik mereka sendiri.

Apa Tanggapan Anda ?