Nasional

Alumni ITS Sumbangkan Air Mancur Menari untuk Warga Surabaya

SURABAYA - Moment Hari Ulang Tahun (HUT) ke-725 Kota Surabaya, Jawa Timur dimanfaatkan betul para alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk memberikan sumbangsih kepada kampus. Kontribusi nyata diperlihatkan para alumni dengan menyumbangkan taman air mancur menari di Bundaran ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Untuk pembangunan ini, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 2,5 Miliar.

Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ALSITS) mempersembahkan sebuah taman air mancur menari dan sudah mulai dikerjakan pada 17 Desember 2017 lalu. Rencananya, taman itu akan diresmikan operasionalnya bertepatan pada HUT ke-725 Kota Surabaya, 31 Mei 2018. Pada acara peresmian oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD tersebut, juga akan dihadiri langsung alumnus ITS yang sekarang menjabat sebagai Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Acara akan dilangsungkan pada malam hari usai dilaksanakan ibadah tarawih.

Jika dilihat dari atas secara keseluruhan, air mancur menari beserta taman di Bundaran ITS ini menyerupai bentuk bunga matahari. Bunga matahari yang berwarna kuning menjadi perlambang emas dan juga mengilustrasikan bahwa ITS terus akan senantiasa berjaya dan bersinar sebagai perguruan tinggi negeri unggul dengan predikat Kampus Terinovatif di Indonesia.

"Dalam pengoperasiannya nanti, air mancur menari ini akan diuji coba dahulu selama dua kali dalam seminggu," kata Wakil Rektor II ITS Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana Ir Heppy Kristijanto MS.

Kampus akan mengujicoba dahulu untuk menghitung biaya operasionalnya. Baru nanti akan ditentukan air mancur ini kapan waktu beroperasinya.

Uji coba akan dilakukan pada Jumat dan Sabtu malam. Para pengunjung bisa menikmatinya dari trotoar di pintu gerbang kampus ITS. Tepatnya di depan tulisan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

“Jika nanti dirasa banyak pengunjung yang tertarik, kami akan sediakan lahan parkir di belakang tulisan ITS tersebut,” jelas dosen Teknik Sipil ini.

Sementara itu, Ketua Umum ALSITS Sutopo Kristanto mengatakan, proyek air mancur menari yang dikerjakan kurang lebih selama lima bulan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. ALSITS ingin memberi kontribusi ke warga Surabaya.

"Khususnya dalam memberikan kesejukkan taman di Surabaya, dengan menghadirkan air mancur di dalamnya dan diharapkan juga akan menjadi salah satu ikon Surabaya dan ITS,” ujarnya.

Mengenai konsep, air mancur menari tersebut dirancang dengan bentuk memusat meninggi yang melambangkan pusat pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, juga melambangkan cita-cita yang tinggi dengan segala nuansa ipteks yang terus-menerus dikembangkan.

“Semburan air yang menghasilkan butiran-butiran air yang kecil, disertai refleksi warna-warni cahaya lampu melambangkan betapa tak terhingganya ipteks yang senantiasa diperjuangkan oleh seluruh sivitas akademika ITS,” ungkapnya.

Air mancur menari beserta taman di Bundaran ITS ini menyerupai bentuk bunga matahari. Matahari juga merupakan simbol pusat tata surya.

"Melambangkan ITS sebagai pusat pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat yang unggul di Jawa Timur, Indonesia dan dunia,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?