Nasional

SBMPTN, Rektor Undip Sambangi Peserta Berkebutuhan Khusus

SEMARANG - Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah memberikan perhatian kepada pada peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Perhatian khusus, ditujukan kepada peserta yang mengerjakan soal, dengan kondisi berkebutuhan khusus.

Ada dua peserta kelompok Sosial Humaniora (Soshum) dalam kategori berkebutuhan khusus. Mereka mengikuti ujian SBMPTN dengan pendampingan oleh pengawas yang ditunjuk panitia.

“Undip berkomitmen untuk memfasilitasi semua peserta. Adapun pendampingan peserta yang berkebutuhan khusus diberikan hanya apabila mereka benar-benar membutuhkan," kata Sekretaris Sub Panlok Undip Prof Edy Riyanto.

Misalnya mereka yang tuna netra, sehingga perlu ada pendampingan. Yaitu, untuk membacakan soal atau petunjuk/ketentuan soal tersebut.

Seperti tahun lalu, pelaksanaan ujian masuk SBMPTN 2018 di Panlok 42 Semarang dipisahkan dalam kelompok Sosial Humaniora (Soshum) di sub panlok Undip. Kelompok Sain dan Teknologi (Saintek) di sub panlok Unnes dan kelompok campuran di sub panlok di UIN Walisongo. Selain itu, pelaksanaan ujian masuk juga digelar di Universitas Tidar Magelang, yang 4 tahun ini sudah berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri.

Sebanyak 18.490 peserta dari kelompok Soshum dijadwalkan mengikuti seleksi ujian masuk SBMPTN 2018 di Undip dan beberapa SMA di Semarang. Mereka mengikuti ujian masuk dengan menggunakan sistem UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) sebanyak 460 peserta dan UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) sebanyak 18.030 peserta.

"Animo masyarakat untuk memilih Undip masih cukup tinggi dan meningkat dari tahun ke tahun," jelas Rektor Undip Prof Dr.Yos Johan Utama, SH.M.Hum.

Tahun ini peserta SBMPTN yang memilih Undip sebanyak 86.316 peserta. Mereka tersebar, mengikuti ujian SBMPTN di seluruh Panitia Lokasi (Panlok). Dari sejumlah pendaftar tercatat 32.223 peserta memilih Undip sebagai pilihan pertama.

Adapun 31.796 peserta ada pada pilihan kedua dan 22.297 memilih Undip pada pilihan ketiga. Dari sebanyak pendaftar tersebut, hanya akan diambil minimal 30% dari kuota penerimaan mahasiswa baru.

"Jadi persaingan masuk menjadi mahasiswa Undip melalui jalur SBMPTN sangat ketat,” ungkap mantan Dekan Hukum itu, di sela - sela monitoring dan evaluasi ujian seleksi SBMPTN.

Berdasarkan data pilihan peserta, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Hukum tercatat sebagai fakultas yang masih di favoritkan. Artinya, di dua fakultas ini persaingan akan sangat ketat untuk memperebutkan 1 kursi sebagai mahasiswa.

Apa Tanggapan Anda ?