Ilustrasi. foto: juproni.com

Nasional

Hardiknas, Kronologi Mendikbud Batal Nobar Dilan

Iklan SMA Mutual

JAKARTA - Film "Dilan" yang ngehits belakangan ini bakal masuk dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2018. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi direncanakan akan nonton bareng (nobar) film tersebut, serta film "Yowis Ben". Langkah itu dilakukan sebagai salah satu bentuk untuk menghargai karya anak bangsa.

"Memang benar ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, yaitu nonton bareng film Indonesia," kata Kasubbag Layanan Informasi Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Anandes Langguana sebagaimana ditulis detik.com.

Dijelaskan, film "Dilan" masih mempunyai relevansi dengan momentum Hardiknas. Menurutnya ada pesan pentingnya. Yaitu, sinergi semua elemen untuk membangun suasana pendidikan yang baik.

"Jadi sebenarnya mengajarkan juga bagaimana sebaiknya hubungan warga sekolah, yaitu murid, guru, dan orang tua, dengan masyarakat. Ini juga ada kaitannya dengan tripusat pendidikan yang sebenarnya harus sinergis. Sehingga, pendidikan karakter di sekolah betul-betul bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Dikritik Habis

Sementara itu, Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Noor Achmad mengkritisi rencana nobar film tersebut. Menurutnya, seharusnya untuk menentukan sebuah film yang akan diputar pada peringatan Hardiknas, filmnya harus sesuai dengan standardisasi pendidikan nasional.

"Kita tidak boleh mengulang sejarah film G30S PKI. Hanya karena ada peran tokoh yang berkuasa saat itu," ujarnya sebagaimana ditulis Republika.

Ditandaskan, film tersebut juga harus sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Terutama untuk pendidikan karakter, baik itu fisik maupun nonfisik, dalam rangka memperkuat budaya nasional.

"Kalau ingin dijadikan tontonan wajib bagi siswa-siswi, ya, harus dirancang yang matang," katanya lebih lanjut.

Kritikan juga datang dari Anggota Komisi X DPR, komisi yang membidangi pendidikan, Ferdiansyah. Ia mempertanyakan apakah film "Dilan" pantas dipertontonkan dalam acara itu.

"Pantas nggak selaku menteri untuk menonton 'Dilan'," kata Ferdiansyah

Pihaknya sempat memanggil pihak Kesetjenan Kemdikbud mengenai hal tersebut. Ia menyatakan pihak Kesetjenan Kemdikbud pun menganggap film "Dilan" kurang cocok dengan konteks pendidikan.

"Saya juga pernah panggil orang Dikbud. Kata orang Kesetjenan (Kemdikbud) pun mengatakan bahwa film 'Dilan' itu kurang klop (dengan) konteks dunia pendidikan juga menyampaikan kebudayaan," ujarnya.

Mendikbud Batalkan Nobar Dilan

Di sisi lain, Mendikbud Muhadjir Effendi menyatakan film "Dilan" tak jadi diputar dalam rangka peringatan Hardiknas di Kemendikbud.

"Karena banyak kritik, kemudian 'Dilan' kita turunkan," kata Muhadjir.

Mantan Rekor Universitas Muhammadiyah Malang itu menyatakan judul film "Dilan" saja yang dicabut dari daftar film untuk nobar saat Hardiknas.

Muhadjir kemudian menjelaskan kegiatan nobar itu rencananya digelar serempak di seluruh Indonesia. Sebetulnya ada 37 film yang akan ditayangkan dalam kegiatan nobar tersebut. Masing-masing daerah menayangkan beberapa film dari daftar yang telah ditentukan itu.

Sekelumit Film Dilan

Film Dilan diangkat dari novel laris berjudul Dilanku 1990 yang ditulis oleh Pidi Baiq. Pemeran utama film berdurasi 110 menit itu adalah Iqbaal Ramadhan (Dilan) dan Vanesha Prescilla (Milea).

Sebagaimana ditulis kapanlagi.com, Kisah Dilan dan Milea dimulai saat perkenalan tak biasa mereka di sebuah SMA di Bandung. Mereka bertemu di tahun 1990 saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan unik itulah yang akhirnya membuat Milea kenal Dilan lebih jauh.

Dilan merupakan sosok yang pintar, baik hati dan romantis. Ia punya cara sendiri untuk bisa mendekati Milea. Meski cara bicaranya terdengar kaku, dan punya cara unik untuk mengenal Milea, tapi sikap inilah yang bikin Milea semakin penasaran dan ingin dekat dengannya.

Sayangnya momen manis mereka harus terganggu karena kehadiran Beni yang merupakan pacar Milea yang tinggal di Jakarta. Belum lagi Dilan juga terlibat tawuran dan geng motor. Meski sebenarnya Dilan mampu bikin Milea percaya tujuan perjalanan mereka akan sampai di satu titik yang sama.

Apa Tanggapan Anda ?