Suasana saat program acara “Ndopok” di Studio Satelit TV Jalan Dr. Angka, Purwokerto Barat. Pada kesempatan itu, Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto (empat kanan) menyuarakan anti hoax.

Daerah

Rektor Mendorong Masyarakat yang Berkemajuan


PURWOKERTO – Hampir 80 % jumlah penduduk Indonesia memiliki ponsel pintar. Mereka memakai itu, salah satunya untuk mendapatkan informasi dan komunikasi. Ketika mereka mengkonsumsi informasi, namun kondisinya belum cerdas, ditandai dengan pola perilaku lama.

“Yaitu mendapatkan informasi dan langsung dibagikan kembali tanpa memeriksa terlebih dahulu kebenarannya,” kata Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah Dr. Ali Rokhman M.Si.

Ia menyampaikan itu dalam salah satu program acara “Ndopok” di Studio Satelit TV Jalan Dr. Angka, Purwokerto Barat. Acara tersebut membahas tentang permasalahan – permasalahan yang ada kaitannya dengan isu hoax. Apa itu hoax? Bagaimana cara menangani isu hoax tersebut?. Selain rektor, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Ketua Badanfo (Banyumas dalam Info) Guno Purtopo duduk bersama dalam satu program itu. Acara dipandu langsung Anton Hafidin (Brewox) dan Citra Larasati sebagai host acara.

Rektor menambahkan, di media sosial seperti WA (Whatsapp), ketika informasi disebarkan melewati interval waktu 7 menit, informasi akan tersebar secara luas meski informasi yang disebarkan sudah dihapus. Isu hoax saat ini seringkali ditemukan dalam aspek politik, sara, bahkan kesehatan.

Isu yang dibuat, diprediksi ada agenda kepentingan segelintir orang dalam men-setting masyarakat agar bingung. Sehingga, masyarakat harus didorong untuk cerdas dalam bertindak menyikapi persebaran isu hoax tersebut.

“Kami salah satu perguruan tinggi berbasis teknologi berusaha mendorong masyarakat yang berkemajuan. Sesuai dengan slogan institusi kami Information and Technology For Humanity,” jelasnya.

Adapun acara Ndopok ini digelar bukan tanpa alasan. Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi teknologi keempat saat ini, selalu menjadi aspek menarik untuk diperbincangkan dan didiskusikan. Pola perilaku masyarakat zaman now dalam kehidupan sehari – harinya, mulai terpaku keberadaan perkembangan ponsel pintar dan semakin cepat arus jaringan internet.

Bahkan, dalam jaringan internet selluler saat ini sudah mencapai kecepatan 5G (Fifth Generation). Hal ini menandakan masyarakat saat ini semakin hari pengetahuan dan wawasan akan teknologi semakin cerdas.

Dari kecerdasan tersebut, seringkali menjadi permasalahan tersendiri di kehidupan bermasyarakat. Problem yang dapat dilihat bersama, sebut saja dengan maraknya persebaran informasi – informasi yang dapat masyarakat akses di masing – masing ponsel pintar dan komputer mereka sendiri.

“Karena dalam hoax tidak ada batasan di masyarakat dalam dunia virtual,” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun.

Isu hoax merupakan pemberitaan yang kebenarannya masih dipertanyakan. Namun demikian, persebarannya banyak ditemukan di media sosial. Salah satu program yang diamanatkan kapolri ketika masyarakat menggunakan media sosial, harus mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Apa Tanggapan Anda ?