TANI. Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah digelar di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA pada Jumat 5 Januari 2024. (foto: unimma)
Siedoo.com - TANI. Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah digelar di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA pada Jumat 5 Januari 2024. (foto: unimma)
Daerah

Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah Memasuki Seri ke-6, Sasar Milenial

MAGELANG, siedoo.com – Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah digagas Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sejak tahun 2021.

———

Saat ini memasuki seri ke-6 dengan tema ‘Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Peran Peternak Mileneal’. Acara digelar di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA pada Jumat (5/1) dan di Tempursari, Candimulyo pada Sabtu (6/1).

Kegiatan dihadiri 46 petani milineal yang berasal dari tujuh kecamatan di Kabupaten Magelang, diantaranya Secang, Tegalrejo, Candimulyo, Pakis, Sawangan, Windusari dan Kajoran.

Dr. Rochiyati Murni Ningsih, SE., MP, PIC mengatakan sasaran dari Sekolah Tani adalah para milenial dengan rentang usia 13 sampai dengan 40 tahun.

“Kenapa petani milenial? Karena kita ada masalah di regenerasi petani peternak. Sekarang ini petani kita ada di atas 50 tahun, hampir sebagian besar. Padahal ketahanan pangan kita muncul dari pertanian,” tuturnya.

Ketua MTCC UNIMMA, Dr Retno Rusdjijati, MKes menyampaikan Sekolah Tani milenial kali ini mengangkat komoditas ketahanan pangan ternak domba dengan menerapkan peternakan yang terintegrasi.

Ia juga menjelaskan MTCC mempunyai dua tugas yaitu mendampingi daerah-daerah di Jawa Tengah untuk menyusun Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok.

“Dan yang kedua, mendampingi para petani, terutama petani tembakau. Supaya tidak tergantung dengan tembakau saja, bisa bermacam-macam usahanya selain tembakau. Nah, salah satunya adalah ternak domba,” ujarnya.

Lebih lanjut disebutkan, kebutuhan ternak domba hidup dalam konteks keagamaan seperti pemenuhan aqiqah dan hewan qurban semakin meningkat, serta potensi ekspor sangat tinggi.

“Jadi kami memang sudah punya embrio di Tempursari, Candimulyo, sudah membentuk tim ternak dengan konsep domba bergulir dan ternyata berkembang,” katanya.

Harapannya nanti setelah pelatihan, lanjutnya, mereka akan  didampingi, fasilitasi dan berjejaring.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan English Proficiency Test Mahasiswa, UNIMMA Gandeng British Council English Score Indonesia

“Untuk misalnya paling tidak masing-masing mendapatkan modal bibit domba tersebut,” tambahnya.

Sekolah Tani menghadirkan enam narasumber dari akademisi dan praktisi meliputi Mohammad Haris Septian, M.Pt (Fakultas Peternakan Untidar), Dr. Abdullah Ahsan, ME (Lembaga Demografi UI).

Lalu ada Arya Khoirul Hammam, MBA (MPM PP Muhammadiyah), Sochif Setiawan, ST (Sate Wedus Tempoer), Fauzi Ahmad Noor, SIP (The UNION Indonesia) dan Nugroho Agung Prabowo, M.Kom (MTCC UNIMMA). (unimma/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?