MATERI. Pemberian materi oleh narasumber dalam kegiatan P5 tema kewirausahaan di SMPN 2 Kota Magelang. (foto: hesti/siedoo)
Siedoo.com - MATERI. Pemberian materi oleh narasumber dalam kegiatan P5 tema kewirausahaan di SMPN 2 Kota Magelang. (foto: hesti/siedoo)
ADV

Melalui P5 Kewirausahaan, SMPN 2 Kota Magelang Bangun Jiwa Enterpreneur Siswa

MAGELANG, siedoo.com – Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ketiga di SMPN 2 Kota Magelang, Jawa Tengah diadakan tiap Kamis dan Jumat. Program yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 ini, dilaksanakan sejak 19 Januari hingga 24 Maret 2023.

Tiap Kamis, P5 diadakan pada jam ketiga hingga selesai. Sementara hari Jumat, P5 dimulai pada jam pertama hingga selesai.

Pada P5 kali ini, SMPN 2 mengusung tema kewirausahaan dengan tajuk “Lets Be An Entrepreneur”, terutama kewirausahaan pangan lokal. Dipilihnya tema kewirausahaan ini juga ditentukan dengan melihat kondisi lapangan kerja saat ini yang ketat persaingannya.

“Melalui tema ini, anak-anak dipersiapkan untuk menjadi seorang entrepreneur. Bagaimana cara mengawali membuat usaha pangan berbahan lokal yang ada di sekitar mereka,” ujar Sri Mulyani, selaku salah satu koordinator program P5 tema kewirausahaan.

Menurutnya, banyak hal yang dapat dijadikan lahan pekerjaan. Salah satunya dengan cara melibatkan lingkungan sekitar. “Kami ingin anak-anak berkembang dan lebih terbuka pemikirannya,” tandasnya.

Sesuai dengan temanya, siswa diajarkan kewirausahaan mulai dari nol, seperti penyusunan proposal usaha, proses produksi, pengenalan pengujian sertifikasi halal, promosi, hingga pemilihan kemasan.

Pada P5 ini pula, SMPN 2 Kota Magelang telah mengundang dua narasumber untuk memberikan materi di bidang ini. Narasumber tersebut adalah guru SMKN 3 Magelang yang pernah jadi chef dengan materi pengolahan pangan lokal serta wirausahawan pengolahan kulit dengan materi berwirausaha dari nol.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Paguyuban Orang Tua Murid (POM) sangat mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan program ini.

Ia berharap agar program ini dapat menjadikan para siswa lebih mandiri dan mengembangkan lingkungannya.

“Selain pengetahuan dan karakter yang baik yang bisa diterapkan dalam lingkungan masyarakat, siswa juga diharapkan dapat mengembangkan diri secara berdikari dan bertanggungjawab dengan dirinya sendiri maupun lingkungannya. Itu tidak bisa diperoleh secara instan, jadi harus diterapkan sejak dini,” tuturnya.

Baca Juga :  DPC dan KJ PDIP Kota Magelang Edukasi Masyarakat Tanggap Covid-19 Melalui Bhakti Sosial

Salah satu siswa kelas 7A, Bima Cahyo menuturkan, kesannya mengikuti P5. “Kesannya menyenangkan. Saya belajar kerja sama dan lebih berinteraksi.”

Kue moci isi ubi ungu menjadi produk yang Bima dan kelompoknya kembangkan. Mulanya ia mencari makanan yang dapat diterima oleh banyak orang. Ia pun meriset lebih lanjut melalui media sosial.

“Harapannya dari program ini nantinya bisa diterapkan dengan baik agar bisa berkelanjutan dan mendapatkan keuntungan,” pungkas Bima.

Senada dengan Bima, Kalila Zachrotu juga mengatakan, P5 tema kewirausahaan bukan hanya semata-mata berjualan, tetapi berhubungan dengan gaya hidup berkelanjutan. P5 kali ini memang memanfaatkan bahan-bahan non plastik sebagai kemasan produk.

“Semoga P5 ini dapat melatih keberanian siswa untuk berjualan dan nantinya akan lebih banyak siswa yang peduli dengan lingkungan sekitar,” ujar siswi kelas 7B tersebut.

Pada 17 Maret mendatang, SMPN 2 Kota Magelang akan mengadakan gelar karya di lapangan sekolah setempat, yang mana juga mengundang orang tua siswa. Gelar karya akan menjadi ajang siswa untuk menjajakan produk pangan lokal hasil pembelajaran program P5. (hesti/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?