KONSELING. Proses konseling sebaya terhadap siswa. (foto: istimewa)
Siedoo.com - KONSELING. Proses konseling sebaya terhadap siswa. (foto: istimewa)
Opini

Pengaruh Tentor Sebaya terhadap Peningkatan Motivasi Belajar pada Pembelajaran Matematika

Siedoo, Kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia memiliki model kurikulum semenjak masa pasca kemerdekaan Indonesia hingga sampai saat ini. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka yang disiapkan untuk tingkat sekolah menengah atas. Kurikulum itu mulai diterapkan pada Tahun Ajaran 2022/2023.

Lewat kurikulum ini, bisa memilih kombinasi mata pelajaran sesuai dengan minatnya dan sudah tidak lagi menggunakan sistem kelas jurusan MIPA/IPS. Menurut Mendikbud Ristek Nadiem Makarim Kurikulum Merdeka yang sebelumnya disebut sebagai Kurikulum Prototipe ini akan memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah.

Indonesia tercatat sudah menerapkan sejumlah kurikulum berbeda. Hal itu terkait dengan perkembangan zaman mulai dari masa pasca kemerdekaan hingga pembangunan.

Tantangan kurikulum merdeka belajar menjadikan generasi milenial mampu mewujudkan generasi yang berkualitas terutama yang berkaitan dengan dinamika hubungan interaksi dengan digital maupun dinamika berinteraksi dengan teman sebaya sehingga tidak hanya guru yang berperan aktif dalam pembelajaran.

Mata pelajaran matematika menurut penulis model yang bisa diterapkan menggunakan metode tentor sebaya setelah guru memberikan penjelasan dengan menentukan tentor yang memiliki kualifikasi untuk menjadi tentor sehingga ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa karena dengan adanya motivasi dari eksternal akan memberikan semangat tersendiri jika melihat teman sebayanya juga memiliki semangat dalam belajar matematika.

Pembelajaran matematika menjadi hal yang ditakuti oleh beberapa siswa, karena mengganggap pelajaran matematika sangat sulit dipahami, sudah tidak suka terlebih dulu sedangkan pemikiran yang demikian bisa mempengaruhi mindset negatif yang membuat enggan untuk belajar matematika. Adanya hal tersebut butuh dorongan motivasi dari eksternal untuk meningkatkan motivasi dalam belajar matematika yaitu dengan adanya tentor sebaya.

Baca Juga :  Selamatkan Generasi Muda Agar Tetap Menjaga Pancasila

Hal ini diperkuat dari hasil penelitian dari Adeyanto (2013) salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar matematika bisa melalui metode tentor sebaya dengan langkah-langkah yang tepat seperti a) memilih tentor yang mampu mengenai materi aritmatika sosial, b) membuat 6 kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa, c) Membimbing siswa baik secara individual maupun kelompok, d) masing-masing kelompok membahas hasil diskusi kelompoknya, e) Menganalisis dan mengevaluasi masalah yang didiskusikan.

Berdasarkan langkah-langkah yang sudah dilakukan diatas terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Adeyanto (2013) adanya peningkatan kualitas pembelajaran matematika yang tertuang dalam indikator, antara lain: a) Kemampuan menyelesaikan tugasnya, b) Kemampuan mengatasi belajarnya , c) Percaya diri, dan d) kemampuan mengatur diri dan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika metode tentor sebaya yang dilihat dari nilai hasil belajar siswa ≥ 70.

Semakin jenjangnya lebih tinggi tantangan dalam memahamai pembelajaran matematika semakin sulit sehingga butuh tenaga ekstra bagi seorang pendidik dalam membuat berbagai macam metode agar siswa senantiasa bersemangat untuk belajar matematika sehingga mendapatkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis pada pembelajaran matematika terdapat siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika. Mereka belum menguasai sepenuhnya konsep dasar materi pembelajaran. Pada saat guru menjelaskan materi pelajaran banyak siswa yang tidak bersemangat karena belum begitu paham materi-materi pendukung.

Mereka jadi asik bermain, bergurai dengan teman-temannya, bahkan ada yang tertidur. Mereka tidak aktif bertanya pada guru Hal ini membuat mereka kesulitan memahami materi baru pada saat kegiatan pembelajaran. Pembelajaran matematika itu harus dilakukan secara sistematis.

Siswa harus mampu mengintegrasikan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sebelumnya sudah dikuasai.  Sehingga akan berdampak pada suatu pembelajaran yang bermakna. Ketidakmampuan dalam memahami konsep dasar membuat siswa menjadi pasif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Baca Juga :  Anggaran Gede, Pak Muhadjir Warning Guru Sertifikasi

Hal tersebut didukung dengan melakukan wawancara siswa pada tanggal 02 Januari 2023 di salah satu sekolah SMA di Magelang menyampaikan mengenai persepsi belajar matematika. Menurut siswa tersebut matematika itu merupakan mata pelajaran yang lumayan sulit, bisa dibilang tidak terlalu sulit namun juga tidak terlalu mudah. Dibutuhkan kegigihan dan kecermatan dalam mempelajarinya.

Berdasarkan penuturan siswa tersebut ternyata masih banyak siswa yang kesulitan dalam belajar matematika. Ada beberapa hal yang membuat mata pelajaran matematika sulit seperti cara guru yang hanya menggunakan metode ceramah. Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru, siswa malu bertanya ketika dia belum paham, dan siswa merasa bosan dengan suasana pembelajaran.

Proses dalam menentukan tentor sebaya menurut penulis tidak hanya memiliki kemampuan matematika yang bagus tetapi juga memiliki ketrampilan sosial dan komunikasi yang bagus karena mampu menjalin komunikasi dengan teman sekolompoknya dengan baik, bisa diterima dan memberikan dukungan maupun dorongan secara emosial pada teman sebayanya.

Penentuan kelompok tentor sebaya dilakukan dengan mempertimbangkan hasil penilaian awal siswa sehingga dalam satu kelompok terpenuhi siswa dengan level kognitif yang tinggi, sedang, maupun rendah.

Penulis mencoba menerapkan metode tentor sebaya pada siswa SMA kelas X sesuai langkah-langkah yang sudah disampaikan diatas sebagai upaya dalam meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran matematika.

Hasil wawancara salah satu siswa yang mendapatkan perlakuan tentor sebaya dari teman sebayanya menyampaikan bahwa “…dengan adanya tentor sebaya saya merasa terbantu memahami materi matematika yang belum dikuasi. Saya menjadi punya teman yang bisa saya mintai argumen”.

Siswa merasa senang karena mendapatkan teman yang bisa dimintai pendapat ketika dia sedang kesulitan dalam mempelajari matematika. Siswa bisa berdiskusi hal-hal yang tampak sulit dimengerti ketika belajar sendiri. Sedangkan sebelum adanya tentor sebaya siswa tersebut merasa kesusahan ketika dia tidak dibantu saat kesulitan mempelajari materi tertentu.

Baca Juga :  Pentingnya Publikasi Ilmiah bagi Guru

Dampak dari diterapkannya metode tentor sebaya pada pembelajaran matematika bisa dirasakan dari antusias dan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi aktif berdiskusi dengan teman-temannya, tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irfan dkk (2018) yang mengatakan bahwa pembelajaran dengan metode tutor sebaya memiliki pengaruh positif terhadap sikap siswa yang meliputi aspek kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama.

Adanya pembelajaran tentor sebaya dalam pembelajaran matematika berpengaruh positif dalam memotivasi siswa untuk belajar, dan bekerjasama dalam tim. Sejalan dengan tujuan implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran dengan metode tutor sebaya akan membuat anggota tim dalam suasana kegiatan belajar mengajar. Hal ini akan mendorong mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Siswa akan tertantang untuk lebih mendalami materi berdasarkan apa yang didiskusikan saat pembelajaran. Pembelajaran yang awalnya tidak terlalu diminati, membuat siswa mengantuk, dan kurang antusias berubah menjadi disenangi. Siswa termotivasi untuk belajar hal-hal baru. Siswa dengan motivasi belajar yang tinggi akan terdorong untuk aktif dalam pembelajaran sehingga dapat juga memperbaiki hasil belajar. (*)

Penulis

*) Anisa Agustanti (STIT Ihsanul Fikri)

*) Ahmad Bazuri (SMAIT Ihsanul Fikri)

Apa Tanggapan Anda ?