PARENTING. Seluruh guru dan orang tua siswa-siswi SD Islam Al Iman Kota Magelang mengikuti seminar parenting yang dilaksanakan di lapangan upacara. (foto: istimewa)
Siedoo.com - PARENTING. Seluruh guru dan orang tua siswa-siswi SD Islam Al Iman Kota Magelang mengikuti seminar parenting yang dilaksanakan di lapangan upacara. (foto: istimewa)
ADV

SD Islam Al Iman Kota Magelang Gelar Seminar Parenting, Guru dan Orang Tua Harus Sepaham

MAGELANG, siedoo.com – SD Islam Al Iman Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan berbagai kegiatan yang menunjang Kurikulum Merdeka. Salah satunya seminar parenting yang menghadirkan pembicara Dr Rasyidi, M. Pd, belakangan ini.

Tema yang diangkat Peran Serta Orang Tua dalam Merdeka Belajar. Kesempatan ini diikuti seluruh orang tua siswa dan seluruh guru sekolah setempat.

“Dalam parenting itu diantaranya membahas kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan orang tua. Bagaimana cara mendukung anak yang baik, serta bagaimana cara orang tua untuk menunjang dan mendukung Kurikulum Merdeka ini agar terimplementasi,” kata Kepala SD Islam Al Iman Kota Magelang, Fatimah Azzahro, Ahad (20/11/2022).

Menurutnya, banyak tekanan yang dialami anak di zaman sekarang Ini. Misalkan dari sekolah anak-anak dituntut mengerjakan tugas yang diberikan. Sedangkan dari orang tua anak-anak dituntut mendapatkan nilai yang bagus.

Bahkan sampai rumah masih mengikuti learning di luar sekolah. Termasuk, cara komunikasi orang tua yang kurang mendukung anak. “Untuk itu kami berkonsentrasi pada performa dan kesehatan mental anak,” tambahnya.

Dijelaskan, seminar tersebut digelar agar pihak sekolah dan orang tua sepemikiran, sepaham, sejalan, dan satu tujuan. “Karena guru juga orang tua siswa di sekolah,” tandasnya.

Selain soal parenting, terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka. Dimana beban materi dikurangi dan dialihkan menjadi projects best learning.

“Tujuan utama pendidikan sekarang adalah P5. Sekolah diharapkan dapat mengambil satu topik, namun topiknya saling berkisanambungan dengan seluruh mata pelajaran,” jelasnya.

Projek ini sudah diimplementasikan di SD Islam Al Iman Kota Magelang pada kelas 1 dengan topik mengolah sampah dan kelas 2 membuat kompos.

“Selama dua minggu anak-anak mengerjakan projek tersebut dan mempresentasikannya ke seluruh warga sekolah. Yang pasti anak-anak sangat responsif dan senang karena tidak hanya teori saja, namun praktik yang menjadikan anak-anak itu lebih mudah mengingat dan memahami,” tandasnya.

Baca Juga :  Jagrayasa, Konser Pembangkit Semangat dari PSM GST Untidar

Pihak sekolah berharap ilmu yang diberikan di sekolah, anak-anak dapat langsung mengaplikasikannya, tidak hanya mengerti teori saja.

Selain itu, dengan adanya progam tersebut anak-anak lebih bisa belajar berkerjasama, gotong royong, dapat belajar menyelesaikan masalah bersama serta mengasah kreatifitas dan inovatif. (fanny/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?