Advertorial Inovasi

Manfaatkan IT, Guru Berkreasi Dalam Pembelajaran Daring

MAGELANG - Pendidikan harus tetap berjalan meski siswa saat ini belajar di rumah terkait pencegahan virus corona. Selama belajar, siswa mengerjakan tugas dari guru secara online atau daring (dalam jaringan). Demi kenyamanan siswa belajar, guru harus berkreasi dan berinovasi dalam pemberian materi tugas.

Menyikapi hal itu, guru SMP Negeri 12 Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan Workshop Pembelajaran Daring secara intern. Kegiatan tersebut dilakukan agar mereka mampu membuat tugas-tugas untuk siswa di rumah dengan senang. Tugas selesai namun siswa tak merasa jenuh, justru sebaliknya, rindu tugas berikutnya.

Kepala SMP Negeri 12 Kota Magelang, Drs. Sukamto mengatakan kegiatan yang diikuti 34 guru mata pelajaran tersebut dilakukan menindaklanjuti imbauan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Drs. Agus Sujito. Guru diimbau mengoptimalkan kemampuan penggunaan information technology (IT) dalam pembelajaran.

“Selain itu, agar siswa tidak jenuh dalam melaksanakan tugas pembelajaran daring,” kata Sukamto.

Sukamto mengatakan guru yang berkreasi dan berinovasi dalam menggunakan metode pembelajaran akan membuat pembelajaran tidak terkesan monoton, namun lebih variatif dan anak lebih mencintai pelajaran.

“Terlebih terhadap mata pelajaran yang sering menjadi momok bagi mereka. Seperti Matematika, IPA, maupun pelajaran lainnya,” kata Sukamto.

Sementara itu, narasumber workshop, Asmara Setya Widada, S.Pd mengatakan, para guru bisa memberi tugas bervariasi. Misalnya memberi tugas dengan soal pilihan ganda, isian, atau uraian atau campuran ketiganya.

“Tugas tergantung kreasi guru masing-masing mata pelajaran, bisa juga melalui kuis,” katanya.

Selanjutnya, guru Bahasa Jawa itu mengatakan setiap kelas dibuat grup whatsapp untuk kelancaran daring. Kreativitas daring yang variatif dan grup yang dibuat untuk menumbuhkan keberanian siswa untuk bertanya kepada guru terkait materi pelajaran.

"Karena banyak siswa yang belum paham namun enggan bertanya saat pembelajaran tatap muka di dalam kelas,” katanya.

Workshop pembelajaran daring tersebut juga menjadi ajang guru membuat bank soal sesuai mata pelajaran yang diampunya. Sehingga para guru akan lebih terbantu dalam menyusun soal-soal evaluasi.

“Karena bank soal menjadi kekayaan seorang guru dalam tugasnya memberikan materi pelajaran dan memberikan evaluasi pembelajaran kepada para siswa,” pungkas Asmara. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?