PENGUKUHAN. Bupati Magelang Zaenal Arifin bersama saat Kepala Perwakilan BKKBN Widwiono mengukuhkan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan Ibu Asuh Anak Stunting Kabupaten Magelang. (foto: istimewa)
Siedoo.com - PENGUKUHAN. Bupati Magelang Zaenal Arifin bersama saat Kepala Perwakilan BKKBN Widwiono mengukuhkan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan Ibu Asuh Anak Stunting Kabupaten Magelang. (foto: istimewa)
Daerah

Dandim Magelang Dikukuhkan Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, Ini Harapan Bupati

MAGELANG, siedoo.com – Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Rohmadi dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Kabupaten Magelang. Pengukuhan dilakukan Bupati Magelang Zaenal Arifin di Dusun Genikan, Desa Genikan, Kecamatan Ngablak, Minggu (09/10/2022).

Dinyatakan Bupati dengan dikukuhkannya menjadi duta stunting di Kabupaten Magelang tentunya akan menambah energi bagi Pemerintah dan tim BKKBN untuk bersama-sama menekan angka stunting seperti yang diharapkan .

Dijelaskan, Kabupaten Magelang mendapat prestasi dalam rangka menjadi pengelola terbaik di tingkat Jawa Tengah dalam rangka menekan angka Stunting.

“Dengan energi baru Pak Dandim bersama-sama dengan kita tentunya akan lebih cepat untuk menekan angka stunting secara nasional, yaitu 14 persen. Harapannya dengan saat ini Kabupaten Magelang 14 persen bisa akan lebih cepat lagi diangka 7 persen,” bebernya.

Menurutnya, dengan kolaborasi dari Dandim, Danramil dan Persit Candra Kirana akan sangat membantu Pemerintah untuk terus bersama-sama mendorong, memberikan pemahaman kepada masyarakat agar minimal tidak menikah di usia dini serta mengenai asupan gizi yang sangat penting.

Disampaikan, stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita ini merupakan penanganan bersama dan tidak instan. Ada proses panjang yang harus dilalui dalam rangka menekan angka stunting itu sendiri

“Maka ini membutuhkan kebersamaan gotong royong dari seluruh lini yang ada,” kata Zaenal.

Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Widwiono menyampaikan penurunan stunting di Jawa Tengah dalam 2 tahun terakhir ini menurun dari 27 persen. Tahun 2019 ke 2021 turun menjadi 20 persen.

“Artinya dalam 2 tahun penurunannya sebesar 7 persen. Tentunya kami berharap semakin gencarnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat yang mulai peduli terhadap penurunan stunting. Dalam tahun ini, insyaallah Jawa Tengah bisa menurun dari 20 persen kita berharap minimal turun menjadi 17 persen,” kata Widwiono.

Baca Juga :  150 Mahasiswa UKDW Diwisuda, Rektor : Pembelajaran di Universitas Kehidupan Lebih Sulit

Dengan kepedulian bersama dan dengan semakin komplitnya informasi, apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo pada tahun 2024 Indonesia bisa menurunkan angka Stunting sampai dengan 14 persen.

“Tentunya Jawa Tengah sebagai Provinsi penyangga utama bisa turun lebih rendah lagi tidak hanya 14 persen. Tetapi, Jawa Tengah pada tahun 2024 mentargetkan pada angka 10 persen,” pungkasnya. (siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?