ANBK. Dengan didampingi pendidik, siswi SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid berpose bersama usai menjalani ANKB. (foto: istimewa)
Siedoo.com - ANBK. Dengan didampingi pendidik, siswi SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid berpose bersama usai menjalani ANKB. (foto: istimewa)
ADV Pendidikan

Tuntas! Pelaksanaan ANBK SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Berjalan Lancar, Berikut Tiga Instrumen Penilaiannya  

MAGELANG, siedoo.com – SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang, Jawa Tengah telah melewati Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada 19 – 20 September 2022 lalu. Diketahui pelaksanaan ANBK merupakan amanat Permen Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional.

Asesmen tersebut tidak hanya untuk pengembangan kompetensi siswa sebagai syarat kelulusan, namun juga pengembangan karakter yang dimiliki siswa serta sebagai bahan peningkatan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Staf Kurikulum dan Proktor ANBK SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid, Sunarno, S.S mengungkapkan, ANBK ini merupakan cara yang efektif untuk mengevaluasi dan mengembangkan kinerja sekolah terutama dalam mendidik siswa.

“Di ANBK siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal hots yang mengasah kemampuan analisis siswa, untuk mendukung siswa dalam pelaksanaan ANBK. Di KBM kita juga menerapkan pembelajaran berbasis pemahaman supaya siswa terbiasa dan memiliki kemampuan analisa yang baik,” ujar Sunarno, Sabtu (24/9/2022).

Asesmen Nasional merupakan pengganti dari Ujian Nasional (UN), namun dengan tujuan yang berbeda. Jika UN sebagai tolak ukur atas kelulusan siswa, asesmen nasional sebagai evaluasi sekolah dan siswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dilansir dari laman resmi ANBK Kemdikbud https://anbk.kemdikbud.go.id/ terdapat tiga instrumen penilaian dalam ANBK:

1. Asesmen Kompetensi Minimum (AMK)

Instrumen ini memiliki tujuan untuk mengukur literasi dan numerasi hasil belajar kognitif.

Literasi diartikan sebagai kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu supaya dapat berkontribusi pada masyarakat.

Sedangkan numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah dengan konteks yang relevan.

2. Survei Karakter

Survei karakter untuk mengukur sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai sebagai hasil belajar nonkognitif yang diikuti oleh peserta didik dan guru.

Baca Juga :  Pertajam Pengetahuan, SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Suguhkan Belajar Malam Bersama

3. Survei Lingkungan Belajar

Pelaksanaan survei ini diikuti oleh kepala satuan pendidikan guna mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Dilaksanakannya ANBK dapat membantu sekolah dalam mengukur kinerjanya, apakah terjadi penurunan atau kenaikan. Serta membantu dalam merancang strategi pembelajaran untuk kedepannya.

“Berdasarkan grade tahun lalu, SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid memiliki tingkat literasi yang tinggi, gradenya sudah diatas rata-rata nasional. Itu berarti kita perlu mempertahankan dan mengefektifkan program literasi,” ungkapnya.

ANBK diikuti siswa kelas VIII yang pelaksanaannya dapat dilakukan secara online atau semi online. Secara online dilakukan apabila akses internet memadai dan harus menggunakan computer proctor untuk membuka token.

Sedangkan semi online dilakukan untuk mencegah terjadinya kendala internet pada saat pelaksanaan ANBK berlangsung.

“Karena tahun ini kami memilih pelaksanaan ANBK secara semi online. Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar, tepat waktu, dan tidak terkendala. Dengan terselenggaranya ANBK diharapkan mampu memperbaiki kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan,” tambahnya. (aulia/siedoo)

Kunjungi juga laman www.smpit-ihsanulfikrimungkid.com

Apa Tanggapan Anda ?