SOSIALISASI. Kepala SMPn 9 Kota Magelang, Siti Yulaeha, S.Pd., M.Si menjelaskan Babe Komang. (sumber: youtube)
Siedoo.com - SOSIALISASI. Kepala SMPn 9 Kota Magelang, Siti Yulaeha, S.Pd., M.Si menjelaskan Babe Komang. (sumber: youtube)
ADV Inovasi Pendidikan

Keren Sekali! SMPN 9 Kota Magelang Ciptakan Aplikasi Babe Komang

MAGELANG, siedoo.com – Menindaklanjuti 9 Program Unggulan Wali Kota Magelang, SMPN 9 Kota Magelang, Jawa Tengah berhasil ciptakan aplikasi perpustakaan elektronik. Ini menjadi implementasi dari point ke empat program tersebut, yaitu Balai Belajar.

“Kita sebagai edukator harus berkontribusi juga antara lain memilah-milihkan materi-materi yang berkaitan untuk siswa, PKK maupun masyarakat setempat,” kata Kepala SMPN 9 Kota Magelang, Siti Yulaeha, S.Pd., M.Si, Senin (15/8/2022).

Ia menceritakan awal inovasi Babe Komang (Balai Belajar Berbasis Digital Kota Magelang) guna mendukung pembelajaran selama pandemi covid-19.

“Inovasi ini berawal dari permasalahan yang muncul di sekolah kami pada masa pandemi covid-19. Pelayanan pendidikan ditutup sehingga pembelajaran harus dilaksanakan daring,” ungkapnya.

Aplikasi tersebut sebagai upaya meningkatkan literasi bagi siswa dan guru. Harapannya juga dapat bermanfaat untuk mendorong PKK Pokja II.

“Di PKK itu ada program bunda literasi punya Pokja (Program Kerja) II. Harapannya perpustakaan itu masuk ke PKK-PKK,” tambahnya.

Terlebih lagi, aplikasi Babe Komang juga mendorong Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), dengan menyediakan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa maupun guru.

“Untuk IKM jelas dibutuhkan literasi digital. Sehingga, saya itu menautkan beberapa materi yang berkaitan dengan kurikulum merdeka khususnya di proyek,” tuturnya.

Tak hanya video dan bacaan aplikasi ini juga menawarkan layanan berupa radio. Fitur tersebut dapat dijadikan sebagai media untuk belajar siswa.

“Saya prihatin anak-anak sekarang jarang buka radio. Padahal di radio itu ada media untuk pembelajaran. Berkaitan dengan pelajaran Bahasa Jawa. radio itu kan ada wayangan, siswa bisa diberi tugas untuk mendengarkan wayang di malam itu,” ucapnya.

Yulaeha juga menyebutkan aplikasi ini sudah mendapatkan penghargaan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kota Magelang.

Baca Juga :  BEM Fisipol Untidar Gelar Pelatihan Produksi Kerupuk Kulit Ikan

“Kebetulan ini kemarin mendapat ranking 4 penghargaan Krenova Kota Magelang,” imbuhnya.

Ia menuturkan adanya perpustakaan elektronik harapannya mampu meningkatkan literasi digital untuk siswa dan guru di sekolah yang dipimpinnya.

”Jadi tidak perlu takut bahwa handphone itu memberikan efek negatif, tetapi handphone menjadi teman untuk belajar. Tetapi, itu tergantung dengan pembiasaan. Maka saya ingin membiasakan anak-anak di SMPN 9 Kota Magelang melalui aplikasi Babe Komang,” harapannya.

Ia juga berharap kedepannya dapat bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Magelang. (siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?