Ilustrasi. foto: unairnews

Nasional

Lima Besar Daerah yang Tidak Masuk PDSS


JAKARTA – Pihak sekolah yang sudah mengisi data ke dalam Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS), 13 Januari – 10 Februari 2018, harus berancang-ancang untuk mendaftarkan siswa-siswinya ke Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018.

Kapan waktunya dan tahapan selanjutnya?

Seleksi tingkat nasional tersebut akan dibuka 21 Februari sampai 6 Maret 2018. Kemudian untuk pengumuman seleksi pada 17 April. Pendaftaran ulang di PTN masing-masing digelar pada 8 Mei.

“Jumlah sekolah yang mengisi data ke PDSS sebanyak 18.553 sekolah. Adapun yang sudah finalisasi hanya 16.049 sekolah. Siswa yang verifikasi ada sebanyak 1.118.137 siswa,” kata Koordinator Humas SNMPTN dan SBMPTN 2018 Tunjung Wahadi sebagaimana ditulis Rebuplika.

Karena tidak memasukkan data siswa ke PPDS, 7.649 sekolah di seluruh Indonesia dipastikan tidak mengikuti SNMPTN tahun ini.

Lima daerah terbanyak yang tidak mengisi data ke dalam PDSS untuk SNMPTN 2018.

Pertama, di Jawa Barat, jumlah 1.318 sekolah.

Kedua, Jawa Timur, jumlah 1.067 sekolah.

Ketiga, Jawa Tengah, jumlah 789 sekolah.

Keempat, Sumatra Utara, 529 sekolah.

Kelima, Provinsi Banten, jumlah 393 sekolah.

Berpikir Realistis

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Kadarsah Suryadi beranggapan, banyaknya sekolah yang tidak mengisi data ke PDSS karena sekolah mulai berpikir realistis. Sebab, saat ini rata-rata sekolah sangat mempertimbangkan peluang lolos atau tidaknya siswa melalui jalur SNMPTN 2018.

“Daripada harus mengisi PDSS tapi susah atau bahkan tidak lolos, ya akhirnya berpikir realistis,” katanya.

Dia melanjutkan, rendahnya partisipasi sekolah asal Jawa Barat dalam pengisian PDSS tidak akan berpengaruh terhadap upaya kampus menjaring calon mahasiswa baru. Sebab, daya tampung di semua PTN, termasuk ITB, sangat terbatas.

“ITB menyediakan 60 persen kursi untuk jalur SNMPTN dari total kuota 3.960 mahasiswa baru. Sebanyak 40 persen lainnya untuk SBMPTN, karena kami tidak akan membuka jalur seleksi mandiri,” tandasnya.

Apa Tanggapan Anda ?