KELAS TAHFIDZ. Siswa kelas 7 sedang melakukan hafalan surah. (foto: azza/siedoo)
ADV Pendidikan

Tahun Ajaran Baru, SMPN 2 Kota Magelang Kuatkan Branding Sekolah Religius

MAGELANG – SMPN 2 Kota Magelang, Jawa Tengah dengan branding sekolah religius siap menerapkan kelas tahfidz dan pendalaman iman untuk seluruh siswa. Penerapan ini menjadi program wajib untuk siswa baru tahun ajaran 2022/2023.

“Tahun ini memutuskan untuk seluruh siswa baru mengikuti program unggulan. Yaitu, kelas tahfidz dan kelas tahsin. Awalnya hanya terdapat 2 kelas yang dijadikan program kelas tahfidz,” ucap Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMPN 2 Kota Magelang, Prasetyo, M.Pd, Selasa (2/8/2022).

Dijelaskan terdapat kerja sama dengan berbagai pihak sebagai upaya memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di sekolah tersebut.

“Kita sudah bekerja sama dengan Iqsan Universitas Tidar (Untidar) bidang keagamaan. Harapannya kedepannya kita nanti akan bekerja sama secara resmi dengan Ummi Foundation dan Kementrian Agama (Kemenag) untuk sertifikasi dari lulusan tahfidz dan tahsin,” jelasnya.

Ditambahkan, Abdul Ghofur, S.Pd yang juga Guru PAI bahwa terdapat pembiasaan yang sudah lama dilakukan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

“Yang sudah berjalan cukup lama untuk pembiasaan pagi sebelum pembelajaran di mulai, anak-anak kumpul di masjid, menghafalkan asmaul husna, kultum. Kemudian anak-anak menuju ke kelas untuk pembelajaran,” jelasnya.

Kegiatan yang tersebut diharapkan dapat mewujudkan siswa SMPN 2 Magelang memiliki karakter religius.

“Kami harapkan dengan kegiatan ini insyaallah apa yang diharapkan orang tua siswa akan membentuk karakater anak yang saleh dan solihah,”imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, Guru Agama Katolik, Dewi Tria Wara Widiyanti, S.Pd menjelaskan  SMPN 2 Kota Magelang juga memiliki program untuk siswa yang beragama non muslim.

“Kami mempersiapkan pada anak-anak untuk membiasakan diri untuk membaca Al-Kitab, untuk pembiasaan pagi kita ada renungan,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan seluruh guru agama baik muslim maupun non muslim saling koordinasi dan bekerja sama untuk mewujudkan tujuan sekolah religius.

“Kemarin itu ada kegiatan pesantren kilat untuk agama muslim. Kami juga ada pembinaan iman karena kebetulan kami menjelang Hari Raya Paskah,” ungkapnya.

SMPN 2 Kota Magelang sebagai sekolah multi agama menekankan kepada siswa untuk saling toleransi antar agama.

“Kami menekankan kepada anak untuk berhubungan baik kepada siapapun. Jangan membeda-bedakan agama. Justru adanya perbedaan itu kami menekankan bahwa itu kekayaan kita, toleransi kita,” ucapnya.

Sementara itu Kepala SMPN 2 Kota Magelang, Fatin Mahdalina, S.Pd, menegaskan kegiatan keagamaan tersebut merupakan realisasi dari program GPS Berkarakter yang dicanangkan mulai tahun 2022. “Perlu diketahui bahwa kegiatan keagamaan di sekolah kami, menjadi realisasi program GPS Berkarakter,” tandasnya. (siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?