SEKOLAH. Siswa SMK Muhammadiyah 1 Borobudur saat melakukan praktik menjahit. (foto: azza/siedoo)
ADV Pendidikan

Langkah Awal, SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Implementasikan Kurikulum Mandiri Berubah

MAGELANG – Menindaklanjuti surat pemberitahuan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Magelang, Jawa Tengah terapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Kepala sekolah Munif Hanafi S.S menyampaikan sebagai langkah awal sekolah tersebut mengimplementasikan Kurikulum Mandiri Berubah.

“Karena ini merupakan implementasi yang awal, maka kita menggunakan Kurikulum Mandiri Berubah. Untuk perangkatnya itu sebagian sudah disediakan dari Dinas Pendidikan. Sehingga, sekolah tinggal mengaplikasikan,” tuturnya.

Ditambahkan sekolah diberi kewenangan untuk memilih kurikulum yang akan diterapkan.

“Guru betul-betul diberi kewenangan untuk mengembangkan materi sesuai dengan kemampuan bapak-ibu guru. Tentunya kebutuhan peserta didik dan dikaitkan dengan kearifan lokal,” tambahnya.

Persiapan awal yang dilakukan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu.

“Kita sudah melaksanakan kegiatan in house trainning selama 3 hari dengan narasumber yang sudah berkompeten dalam Kurikulum Merdeka. Kemudian kami juga mengadakan workshop,” imbuhnya.

Munif mengaku SMK Muhammadiyah 1 Borobudur masih memiliki kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum baru ini.

“Karena masih awal-awal kendalanya yaitu penguasaan guru mengenai kurikulum merdeka itu sendiri,” ucapnya.

Ia berharap kurikulum tersebut dapat membantu mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa.

“Harapannya anak-anak lebih kompeten di bidangnya, di program keahliannya. Tidak perlu banyak skill yang harus dimiliki tapi memilki salah satu skill yang matang dan mumpuni,” terang Munif.

Ia berpesan kepada guru SMK Muhammadiyah 1 Borobudur untuk tidak berhenti belajar.

“Untuk bapak ibu guru jangan berhenti untuk terus belajar, terus mengupdate ilmu karena banyak informasi, pelatihan-pelatihan baik secara online atau offline. Karena kurikulum merdeka ini guru juga dituntut untuk kreatif dan mandiri,” tegasnya.

Sementara itu, Al Karimah S.Pd guru jurusan Tata Busana mengaku mulai melakukan persiapan untuk mengimplementasikan kurikulum baru ini.

“Kita bekerja sama dengan DUDI (Dunia Usaha dan Industri) untuk menentukan faktor apa yang dibutuhkan dalam dunia industri. Sehingga, nanti dapat memasukkan materi tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa dan industri kedepannya,” ucapnya. (siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?