KPU. Sosialisasi dari tim KPU kepada murid SMP N 4 Kota Magelang. (foto: madya tantri/siedoo.com)
ADV

Maksimalkan Pemilihan Ketua OSIS, SMP Negeri 4 Kota Magelang Gandeng KPU

MAGELANG – Pandemi menjadi penyebab berbagai hal tak sesuai dengan harapan. Begitu pula yang terjadi pada prosesi pemilihan ketua OSIS di SMP N 4 Kota Magelang pada tahun 2021 lalu. Dengan segala kondisi pemilihan ketua OSIS periode 2022/2023 akhirnya dapat dilakukan pada awal tahun 2022, beberapa bulan lebih lambat ketimbang periode normal sebelumnya. Pesta demokrasi tersebut digelar pada Sabtu (8/1/2022).

Pembina OSIS SMP N 4 Kota Magelang, Farid Setyawan mengungkapkan, untuk memaksimalkan acara pemilihan maka pihaknya mengusahakan meminjam bilik suara kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang.

“Kami juga menyediakan bilik KPU suara yang dipijam dari KPU. Hal ini semata untuk mengenalkan kepada siswa euforia bagaikan pemilu nyata,” ujarnya.

Tidak hanya bilik suara saja, namun SMP N 4 Kota Magelang juga menghadirkan tim KPU langsung ke sekolah untuk melakukan sosialisasi terkait pemilihan umum kepada siswa.

Acara pemilihan ketua OSIS dilakukan selama dua hari, yaitu pada Jumat-Sabtu. Masing-masing dihadiri sejumlah 50 persen siswa. Sehingga harapannya tidak ada siswa yang terlewat dalam menggunakan hak pilihnya.

Tradisi pemilihan ketua OSIS selalu dilakukan dengan cara yang sama. Dengan menggunakan sistem yang persis sama dengan pemilu nyata. Cara pemilihan yaitu dengan mencoblos, dan telah disiapkan 5 bilik suara untuk menghindari kerumunan.

Pada proses awal yaitu penyaringan calon kandidat oleh tim OSIS, kemudian nama-nama tersebut dikonsultasikan dengan guru tentang bagaimana sikap dan nilai yang bersangkutan selama di kelas.

Setelah penyaringan didapat 2 kandidat akhir calon ketua OSIS 2022/2023. Orasi pada kandidat dilakukan dengan cara rekaman yang kemudian akan di upload pada website SMP N 4 Kota Magelang, smpn4magelang.sch.id.

“Anggap saja kegiatan ini sebagai pemanasan untuk mengakrabkan siswa dengan proses Pemilu yang akan mereka lakukan beberapa tahun kedepan. Untuk mengajarkan siswa bahwa perlu pertimbangan dalam memilih, tidak asal coblos saja,” tutur Farid.

Devisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Bambang Sarwodiono turut menyampaikan beberapa hal pada saat sosialisasi. Mencakup tahapan pemberian suara, pentingnya memberi aspirasi, memberi pengetahuan tentang KPU dan tupoksinya.

“Kami mengarahkan siswa untuk memilih sesuai nurani dengan mempertimbangkan visi misi para kandidat. Dengan ‘Memilih Cerdas’ yaitu pentingnya memilih dengan hati nurasi, mengamati program kerja, dan melihat rekam jejak pada kandidat,” ujar Bambang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?