Program Sekolah Penggerak, Merdeka Belajar Episode 7 | Doc: KEMENDIKBUD RI
ADV Daerah

Simak! Proyeksi Besar Disdikbud Kota Magelang Tahun 2022

MAGELANG – Tahun 2022 menjadi momen merealisasikan proyeksi luar biasa masa depan. Begitu pula yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah. Banyak yang difokuskan untuk memperbaharui sistem pendidikan agar lebih baik dan bermutu.

Pemanfaatan IT untuk meningkatkan promosi dan mutu pendidikan menjadi program yang diunggulkan. Diantaranya adalah memaksimalkan website Dinas Pendidikan dan pembelajaran berbasis teknologi informatika. Sehingga informasi yang ditampilkan pada website akan lebih informatif dan menarik.

Website Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa dimanfaatkan untuk menginformasikan prestasi dan promosi sekolah maupun Dinas Pendidikan itu sendiri. Misal ada kejuaraan, studi banding, guru berprestasi, info kurikulum baru, dan lainnya,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Magelang, Imam Baihaqi, Jumat (31/12/2021).

Pembelajaran berbasisi IT juga diperlukan untuk menunjang pembelajaran abad 21 dan pembelajaran di masa pandemi covid 19. Beberapa rekomendasi aplikasi pembelajaran yang sesuai dengan sistem blended learning saat ini, salah satunya ialah penggunaan aplikasi SIP Cemerlang (Sistem Informasi Pelajar Cerdas Iman dan Cemerlang). Aplikasi ini merupakan bentuk kerjasama Dinas Pendidikan Kota Magelang dengan Gschool yang mana aplikasi ini digunakan sebagai evaluasi siswa.

Aplikasi pembelajaran lain yang dikenalkan yaitu aplikasi belajar.id yang mana merupakan aplikasi resmi dari kementerian untuk lebih memaksimalkan pembelajaran siswa pada tahun 2022. Kota Magelang tercatat mendapat peringkat 4 besar dalam peminatan aplikasi belajar.id. Pada Oktober kemarin juga telah dilakukan sosialisasi terkait dua aplikasi tersebut pada sekolah-sekolah tingkat SMP meskipun belum secara maksimal.

Program selanjutnya adalah Sekolah Penggerak. Sekolah penggerak dimulai dari adanya tes kepala sekolah untuk menjadi kepala sekolah penggerak. Dengan dipilihnya kepala sekolah penggerak, maka secara otomatis sekolah yang di naungi tersebut ikut serta menjadi sekolah penggerak.

“Akan kita proyeksikan ke depan sekolah-sekolah di kota Magelang untuk menjadi sekolah penggerak. Sebagus apapun suatu sekolah, apabila kepala sekolah tidak lolos menjadi kepala sekolah penggerak, maka sekolah tersebut juga tak bisa menjadi sekolah penggerak,” papar Imam.

Intervensi program sekolah penggerak ada lima, yaitu pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM di sekolah, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah.

Harapannya Sekolah Penggerak ini dapat menjadi media sekolah untuk meningkatkan kompetensi sekolah dan guru serta meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu 4 tahun.

Imam juga menyampaikan bahwa tingkat level Covid-19 di Kota Magelang saat ini memasukin level 1. Sehingga jam belajar siswa akan ditambah menjadi 6 jam belajar dari yang sebelumnya hanya 4 jam saja. Persentase kehadiran siswa tetap diangka 50%, sembari menunggu regulasi dan perkembngan covid-19 di Kota Magelang. Dengan jam belajar yang ditambah diharapkan mampu memaksimalkan waktu belajar siswa.

Hal baru lain yang akan diterapkan pada 2022 mendatang yaitu ketentuan untuk memasukkan khatam Al-Qur’an maupun pendalaman Alkitab sebagai tambahan poin pada PPDB 2022. Kebijakan ini merupakan suatu pendorong agar anak lebih cinta pada kitab agamanya.

“Semoga dengan semua proyeksi ini pendidikan di Kota Magelang lebih maju lagi, dan bisa sesuai irama dengan kementerian,” ujar Imam diakhiri narasinya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?