Inovasi

Self Card, Media Edukasi Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Siedoo, Tidak semua remaja memiliki rasa percaya diri. Banyak remaja akhir yang belum mendapatkan kepastian tentang masa depannya. Sehingga menganggap masa depan mereka tidak jelas atau bahkan suram.

Pandangan abstrak remaja akan masa depan ini berkaitan dengan kecemasan tentang bagaimana menempatkan diri dalam masyarakat. Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memiliki program khusus untuk solusi permasalahan tersebut.

Mahasiswa berinovasi dalam hal pengembangan media edukasi peningkatan rasa percaya diri bagi remaja akhir. Inovasi media edukasi peningkatan rasa percaya diri bagi remaja akhir ini berupa self card yang dibuat agar remaja bisa menjalani aktivitas sehari-harinya dengan penuh percaya diri.

"Rasa percaya diri akan mempermudah remaja dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, memiliki pegangan hidup yang kuat, serta mampu untuk mengembangkan potensinya. Remaja pun akan mampu belajar dan bekerja keras demi mencapai kemajuan dan keyakinan yang penuh terhadap peran yang dijalaninya," kata salah satu mahasiswa Taufik Hidayat.

Selain dia, inovasi ini juga disusun bersama dengan Sekar Ayu Titis Andriani Prodi Teknologi Pendidikan serta Fatonah Istikomah Prodi Psikologi. Peningkatan rasa percaya diri yang terjadi pada remaja akhir akan menjaga keseimbangan mental dan fisik mereka. Seimbangnya mental dan fisik remaja dapat mendorong tercapainya tujuan pembangunan kepemudaan yaitu menjadikan pemuda yang berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing.

“Hal inilah yang melatarbelakangi kami melakukan penelitian sosial humaniora dengan mengembangkan media edukasi peningkatan rasa percaya diri bagi remaja akhir berupa self card,” bebernya.

Percaya diri memang penting bagi remaja karena merupakan prediktor terbaik bagi keberhasilan seseorang di masa depan. Rasa percaya diri juga penting agar remaja memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Tidak menggantungkan diri pada penilaian orang lain, serta memiliki kemandirian untuk mencapai apa yang diinginkan.

Hal lain yang mendasari adalah adanya perasaan jika dirinya memiliki banyak kekurangan akibat sensitivitas batin yang berlebihan, sehingga takut apabila disalahkan oleh orang lain. Permasalahan lainnya yaitu sampai saat ini belum ada media edukasi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri remaja.

"Kampus telah menyediakan fasilitas bimbingan dan konseling melalui Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling (UPT LBK). Namun, mahasiswa jarang memanfaatkan fasilitas ini dikarenakan stigma negatif yang dibangun sejak masih sekolah kepada siswa yang masuk ruang BK bahwa siswa tersebut nakal dan melanggar aturan," imbuh Sekar Ayu Titis Andriani.

Hal ini lah yang kemudian menjadikan mahasiswa memiliki masalah kepercayaan diri tidak dapat teratasi dengan baik. Sehingga berlarut-larut.

"Makin lama rasa percaya diri mahasiswa terus menurun akibat tidak terdapat adanya penguatan, nasihat, serta motivasi dari orang-orang di lingkungan kampus,” ungkap Sekar.

Fatonah Istikomah menjelaskan self card ini merupakan paket yang terdiri dari kotak, kartu, panduan, tabel, dan stiker bintang. Kotak menjadi wadah dari kartu, panduan, tabel, dan stiker bintang.

“Kartu sejumlah 21 berisi 21 kata-kata sugesti diri yang berbeda sesuai dengan indikator peningkatan rasa percaya diri. Serta panduan untuk mempermudah remaja akhir dalam menggunakan self card,” katanya.

Tabel sejumlah 21 kolom yang akan digunakan untuk menempel stiker bintang apabila remaja akhir berhasil menjalankan kata-kata yang terdapat pada kartu. Logo self card berupa paus. Paus seperti paus abu-abu mampu bermigrasi 10.000 mil jauhnya.

Hal ini merepresentasikan jalan 'migrasi' yang akan ditempuh oleh pengguna self card ini selama 21 hari, untuk menuju dirinya yang lebih baik. Di samping itu, self card juga berpotensi untuk dipasarkan sebagai media edukasi. Sehingga turut berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa di bidang ekonomi.

Self card ini terus dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk membentuk pribadi remaja akhir yang percaya diri. Karya ini berhasil meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora tahun 2021 dan lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang akan dilaksanakan akhir Oktober secara daring. (*)

Apa Tanggapan Anda ?