Daerah

Petinggi Muhammadiyah Bedah Buku Karya Mendiang Rektor UNIMMA

MAGELANG - Pada dasarnya Muhammadiyah merupakan organisasi yang mengunggulkan literasi. Muhammadiyah merupakan organisasi yang pada awal berdirinya mengajak masyarakat untuk belajar dan meningkatkan literasi dengan baca tulis.

“Dalam bukunya Mas Sulis (Almarhum Dr. Suliswiyadi, M.Ag, mantan rektor UNIMMA) menuliskan bahwa Muhammadiyah memiliki 3 pemikiran aliran. Pendidikan rasional menggunakan akal, tarbiyah yaitu mendidik perilaku dan takdib memperhalus budi pekerti,” kata Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan..

Ia merupakan promotor doktoral mantan Rektor UNIMMA semasa menempuh pendidikan S3. Apa yang disampaikan itu dalam rangka mengkaji buku karya Almarhum (Alm) Dr. Suliswiyadi, M.Ag, dengan judul Reaktualisasi Model Pembelajaran K.H Ahmad Dahlan.

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kabupaten Magelang menyelenggarakan bedah buku itu. Acara dilaksanakan di Aula kantor PDM Kabupaten Magelang dengan dihadiri 170 undangan. Mereka terdiri dari seluruh guru mata pelajaran Agama Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sekolah Muhammadiyah se-kabupaten Magelang.

Sugiyanto, M.Pd,  Ketua Panitia penyelenggara kegiatan tersebut menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi para guru AIK untuk senantiasa meningkatkan daya literasi setiap guru. Buku karya mendiang Rektor UNIMMA tersebut dikupas tuntas oleh promotor doktoral beliau semasa menempuh pendidikan S3 yaitu Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U., dan Ketua PDM Kabupaten Magelang, Drs. H Jumari, serta Wakil Rektor III UNIMMA, M. Tohirin, M.Ag.

Selain itu, turut hadir dan memberi sambutan Pejabat Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si beserta keluarga mendiang Dr. Suliswiyadi, M.Ag. Dengan suasana haru, Dr. Lilik dalam sambutannya berterimakasih kepada PDM Kabupaten Magelang atas diselenggarakannya bedah buku karya Dr. Suliswiyadi, M.Ag.

“Ini merupakan salah satu cara untuk mengenang segala jasa beliau dengan mengingat hasil karya beliau sehingga dapat diimplementasikan terus menerus khususnya pada proses pembelajaran kita,” ungkapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?