Daerah

Akademisi UNIMMA Terjun Bantu Percepatan Vaksinasi

MAGELANG - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Jawa Tengah akan terus mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19. UNIMMA siap mendukung untuk mensukseskan program vaksinasi masaal.

“Insya Allah, UNIMMA akan selalu siap sedia jika diminta bantuan untuk kemaslahatan umat. Semoga dengan vaksinasi ini, sektor pendidikan, perekonomian dan pariwisata Magelang bisa segera pulih,” ujar Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si, Pejabat Rektor UNIMMA.

Ia menyampaikan itu saat akademisi UNIMMA mendukung vaksinasi massal yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu-Minggu (25-26/9/2021). Agenda tersebut ditargetkan menyasar 10.000 warga selama dua hari yang terbagi di empat titik yaitu di Museum Borobudur, Balkondes Karangrejo, Balkondes Tanjungsari dan Balai Desa Wanurejo.

UNIMMA turut mensukseskan program vaksinasi Covid-19 yang saat ini semakin gencar dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19. Sebelumnya, telah digelar vaksinasi massal di Kampus 2 UNIMMA dengan jumlah 5.000 peserta. Kali ini, 150 mahasiswa dan dosen karyawan UNIMMA diterjunkan sukarela membantu percepatan vaksinasi di Kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Adapun mahasiswa bertugas sebagai tim registrasi, pengecekan suhu dan tekanan darah, input data dan P-Care. Selain itu, dua dokter UNIMMA di bagian screening kondisi kesehatan dan juga tenaga kesehatan sebagai vaksinator.

Kabupaten Magelang sendiri menjadi salah satu kabupaten yang capaian vaksinasinya terbilang rendah. Diungkapkan oleh Zaenal Arifin, S.IP, Bupati Magelang dalam pembukaan Vaksinasi Massal di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur Sabtu (25/9/2021). Hingga saat ini Kabupaten Magelang tercatat baru 25 persen masyarakatnya yang tervaksin dosis pertama.

Pada kesempatan ini, Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng berkesempatan meninjau langsung lokasi vaksinasi massal. Sementara itu, Farhan Azmi Gani, mahasiswa S1 Keperawatan UNIMMA yang bertugas di bagian pemeriksaan tekanan darah dan suhu mengaku senang karena ilmunya dapat berguna bagi masyarakat.

Baca Juga :  Agar Tak Gagap Hadapi UNBK, Siswa Jajal Ujian Pakai Smartphone

“Ketika ada perekrutan relawan kegiatan vaksin 10.000 saya langsung mendaftar karena terpanggil jiwa saya. Juga bergabung dengan tim ini bisa menjadi ibadah juga menyalurkan ilmu yang didapat saat kuliah,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?