Internasional

Versi THE WUR, Peringkat ITS di Dunia Meningkat

SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur akan berusaha untuk meningkatkan kerja sama riset dan kolaborasi internasional agar ada peningkatan publikasi dan sitasi. Untuk pendapatan baik dari kerja sama riset dan kerja sama industri, juga perlu terus ditingkatkan.

"Karena ini menjadi salah satu indikator penilaian Times Higher Education (THE),” kata Senior Manager Urusan World Class University ITS Rulli Pratiwi Setiawan ST MSc PhD.

Ia menyampaikan itu berkaitan dengan raihan ITS yang mengalami peningkatan di dunia internasional. ITS berhasil memperoleh kenaikan skor di dua indikator penilaian pada pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (WUR) 2022 yang dirilis secara resmi. Kedua indikator penilaian yang mengalami kenaikan tersebut adalah bidang Research dan International Outlook.

Di pemeringkatan kali ini, ITS masuk dalam delapan besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan perolehan skor 19,0, dalam rentang rata-rata 10,6 - 22,3. Secara keseluruhan, ITS menempati peringkat 1.200+ dunia dari 1.600 lebih perguruan tinggi yang berpartisipasi dan masuk dalam pemeringkatan.

Rulli mengungkapkan bahwa ITS juga berupaya meningkatkan kualitasnya dalam bidang International Outlook, dengan cara menambah staf internasional, international co-authorship, dan menambah persentase mahasiswa asing. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh departemen agar capaian ITS pada pemeringkatan THE tahun berikutnya bisa lebih baik lagi.

Seperti diketahui, THE merupakan lembaga penyedia data kinerja universitas di kancah internasional yang bekerja sama dengan Quacquarelli Symonds (QS). Dapat dikatakan, THE merupakan salah satu lembaga paling berpengaruh dalam pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia.

Ia mengatakan, terdapat lima kriteria penilaian dalam THE WUR. Lima kriteria itu adalah Teaching (pengajaran), Research (penelitian), Citations (sitasi), International Outlook (pandangan internasional), dan Industry Outcome (pendapatan industri).

Baca Juga :  Inovasi Bambu, Kemenhub dan ITS Proyeksikan 200 Kapal

Alumnus doktoral Hiroshima University, Jepang ini memaparkan, masing-masing kriteria penilaian memiliki bobotnya tersendiri dalam menentukan skor keseluruhan. Rinciannya, bidang teaching, research, dan citations mempunyai bobot masing-masing 30 persen, international outlook memiliki bobot 7,5 persen, dan industry income memiliki bobot 2,5 persen.

Dari kelima kriteria penilaian tersebut, ITS memperoleh skor 19,00 untuk Teaching, 16,50 untuk Citations, dan 61,40 untuk Industry Income. Untuk penilain tahun ini, ITS berhasil meningkatkan skornya pada kriteria Research dan International Outlook. Sebagai pembanding, tahun lalu ITS memperoleh skor 12,10 di bidang Research dan 38,20 untuk International Outlook.

“Tahun ini, kita mendapat skor 13,10 di Research dan 38,40 untuk International Outlook,” tambahnya.

Rulli mengatakan, informasi yang tersedia pada website THE seringkali mengecoh pembaca mengenai cara membaca hasil pemeringkatan. Semua perguruan tinggi yang terdapat di peringkat yang sama juga mempunyai kedudukan yang sama.

“Karena di peringkat yang sama, penulisan diurutkan sesuai abjad dengan mengabaikan kata ‘Universitas’ atau ‘Institut’, maka di pemeringkatan website ini ITS akan ada di urutan abjad S,” urai Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS ini. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?