Opini

Tips Menjaga dan Melindungi Tumbuh Kembang Anak saat Pandemi

Siedoo, Masa Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Tumbuh kembang anak juga harus dipantau setiap waktu dimasa pandemi.

Pendampingan dan pemantauan orang tua secara berkala terhadap tumbuh kembang anak adalah salah satu indikator keberhasilan dalam pengasuhan anak selama masa pandemi. Apa beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua untuk menjaga dan melindungi proses tumbuh kembang anak selama pandemi.

Pemenuhan kebutuhan untuk tumbuh kembang anak tak hanya soal gizi yang seimbang, melainkan juga kestabilan emosi orang tua. Dimasa pandemi ini orang tua juga perlu memerhatikan kondisi psikologisnya dalam keadaan apapun untuk meningkatkan dan menjaga energi positif dalam diri anak.

Masa pandemi ini orang tua pasti dihadapkan dengan kondisi baru yang terkadang membuat stres. Oleh karena itu, psikologis orang tua harus tetap dijaga dalam keadaan yang stabil. Sehingga dalam interaksi pun berjalan dengan baik dan dapat menularkan energi positif kepada anak dan seluruh keluarga.

Selain menjaga kestabilan emosi, orang tua juga harus tetap memerhatikan status gizi pada anak dalam keseharian. Gizi dan nutrisi yang baik, mencakup makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak dan kolesterol, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral harus seimbang, merupakan salah satu upaya melindungi anak dari infeksi virus.

Keikutsertaan anak usia dini di berbagai kelas daring, seperti Pop-Up Class juga menjadi salah satu langkah untuk melindungi dan menjaga tumbuh kembang anak. Kelas daring tak menghalangi optimalisasi dan stimulasi untuk segala aspek perkembangan anak usia dini.

Dalam hal ini, misalnya Rumah Main Cikal tetap memaksimalkan stimulasi yang bisa dilakukan saat daring seperti halnya saat kelas tatap muka. Serta mengedepankan sinergi antara sekolah dan orang tua. Sehingga supervisi dan pendampingan terhadap anak tetap optimal.

Baca Juga :  Dongeng Anak, Sisipkan Nilai Kehidupan dengan Cara Menyenangkan

Sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang telah bertumbuh selama 22 tahun, Rumah Main Cikal melalui Cikal Pop-up Class bagi publik mengupayakan pemberian stimulasi optimal pada setiap anak. Mencakup motorik halus, kasar, dan bahasa serta komunikasi.

Dalam stimulasi motorik halus, Rumah Main Cikal menghadirkan kegiatan seperti kegiatan tempel-tempel atau membuat hasta karya yang merupakan stimulasi koordinasi mata dan tangan sesuai dengan tumbuh kembang usianya. Lalu, stimulasi motorik kasar berupa Senam Cikal sebagai pemanasan di awal kegiatan serta kegiatan gerak dan lagu sehingga anak tidak hanya duduk di depan layar.

Pada stimulasi bahasa dan komunikasi, pendidik Rumah Main Cikal memberikan kesempatan anak melalui pembelajaran dari dua arah. Seperti saling sapa, bernyanyi dan berdoa bersama guru serta teman-teman.

Momen pandemi ini mengembalikan peran utama orang tua sebagai dasar dari pembentukan karakter, dan pendidikan anak sejak usia dini. Namun, orang tua tidak perlu khawatir karena kini banyak sekali media informasi, dan sekolah anak usia dini yang dapat turut mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak dari rumah.

Pandemi membuat orang tua punya kesempatan kembali ke hal paling mendasar. Orang tua memiliki peran paling besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam melakukan perannya ini, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis, rumah sakit anak hingga sekolah seperti Rumah Main Cikal dengan pendidik yang mayoritas berlatar belakang psikologi. Sehingga orang tua tak perlu ragu dengan pertanyaan terkait pengasuhan dan pendampingan proses belajar serta tumbuh kembang anak. (*)

 

*Konselor Rumah Main Cikal
Ainul Yaqin, S.Psi

Apa Tanggapan Anda ?