Daerah

UNIMMA Dampingi Kelompok Kesenian Njanen dengan Sentuhan Teknologi

MAGELANG - Kelompok kesenian Njanen merupakan kesenian tradisional mirip dengan sholawatan. Syairnya berisi tentang junjungan kepada Nabi Muhammad SAW, nasihat kehidupan, doa-doa yang dibawakan dengan akulturasi dua bahasa yaitu arab dan jawa.

Kurang dikenalnya kesenian Njanen sebagai budaya bangsa tak lepas dari kurangnya minat generasi muda untuk melestarikan budaya tersebut.

“Kebudayaan lokal banyak yang luntur akibat dari kurangnya generasi penerus yang memiliki minat belajar dan mewarisinya. Maka dari itu kami (Himanika) mengangkat judul ini untuk melestarikan kesenian Njanen,” kata Adrian Dika Indrata, Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himanika) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Jawa Tengah.

Himanika Universitas Muhammadiyah Magelang berupaya melestarikan kesenian Njanen di Desa Seloprojo, Kabupaten Magelang, pada program Regenerasi Kesenian Njanen Melalui Implementasi Teknologi Digital di Desa Seloprojo.

Program ini menitikberatkan pada upaya pelestarian kesenian Njanen melalui platform digital. Luaran program ini rencananya mengenai penggunaan teknologi digital bagi masyarakat untuk digunakan publikasi.

“Teknologi digital yang kami berikan terbentuknya kelompok kesenian pemuda Njanen, pelatihan publikasi di media sosial, yang nantinya kita akan datangkan praktisi untuk memperdalam keterampilan pemuda di Desa Seloprojo,” jelas Adrian.

Dengan diadakannya program ini masyarakat di Desa Seloprojo sangat terbantu dapat memperkenalkan kesenian Njanen yang belum banyak diketahui khalayak luar.

“Masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya program Himanika ini. Karena dapat membantu pemuda desa dalam melestarikan kesenian Njanen di media sosial dan meningkatkan literasi media,” imbuh Mbah Suwono, Dalang Njanen.

Menurut Prihatin Dwi Hantoro, dosen pendamping, program yang diangkat Himanika tahun ini berfokus pada kelestarian kesenian Njanen dinyatakan lolos pendanaan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Tahun 2021. Pendanaan oleh Kemdikbud ini tertuang pada surat yang dikeluarkan DItjen Dikti No. 3521/E2/KM.09.01/2021. Surat ini dikeluarkan 5 Juli 2021.

Baca Juga :  UNIMMA Optimalisasi Produksi UMKM Kerajinan Kayu

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unimma Dwi Susanti juga mengucapkan rasa syukur. Ia bangga atas pencapaian Himanika mendapat Hibah PHP2D, dan mendapat kepercayan untuk membantu dalam upaya pengembangan pemberdayaan desa melalui program tersebut.

“Ada tanggung jawab yang besar dibalik hibah ini. Semoga mereka (Himanika) serius dalam melaksanakan program yang telah disusun, dijaga kekompakkannya, ditingkatkan lagi etos kerjanya. Dan tentu saja program ini harus bertujuan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat khususnya di desa sasaran program (Desa Seloprojo),” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?