Tokoh

Diah Ayu, Anak Petani Lolos SNMPTN UNY, Masuk Prodi Favorit

Siedoo, Diah Ayuning Tyas, gadis dari Padukuhan 1 Bugel Panjatan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk perempuan yang memiliki nasib baik. Ia diterima sebagai mahasiswa baru di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur SNMPTN tahun 2021.

Orangtuanya sehari-hari sebagai petani. Berkat tekad yang kuat, ikhtiar dia mendaftar di UNY bisa lolos. Program studi manajemen adalah termasuk salah satu prodi yang difavoritkan calon mahasiswa UNY.

Berdasarkan data dari Kantor Layanan Admisi UNY, pada tahun 2020 prodi manajemen dipilih oleh 15.475 orang dan yang diterima hanya 291 orang. Artinya, dengan keketatan 1 kursi diperebutkan oleh 54 orang.

Perjuangan Ayu, demikian panggilan akrabnya untuk masuk UNY juga tidak mudah. Karena sebelumnya dia berkeinginan agar diterima sebagai salah satu mahasiswa program kedinasan.

Namun pada kelas XII, gadis kelahiran Kulon Progo 25 Mei 2003 tersebut berubah pikiran karena program kedinasan tersebut tidak dibuka pada tahun 2020 lalu. Apalagi didukung kekhawatiran orangtuanya apabila setelah diterima bekerja ditempatkan di luar Jawa.

“Akhirnya saya memilih mendaftar di universitas,” kata Ayu.

Padahal sejak Ayu duduk di kelas XI, sistem pembelajaran di sekolahnya berubah menjadi online akibat pandemi Covid-19. Sehingga perlu belajar ekstra untuk memahami materinya.

Selain nilai rapot, ia juga mempunyai prestasi sebagai juara 2 kejuaraan softball tingkat Provinsi DIY dan juara 2 baseball tingkat Kabupaten Kulon Progo dengan nilai rerata rapot 81,3. Alumni SMAN 2 Wates Kulon Progo tersebut memilih prodi manajemen sebagai pilihan pertamanya.

“Saat pengumuman hasil beberapa waktu lalu saya tidak berani melihat karena sudah pesimis duluan,” katanya.

Teman sekolahnya yang memberitahu bahwa dirinya diterima, barulah Ayu berani mengakses hasil pengumuman SNMPTN.

Baca Juga :  Dewi, Perwakilan Undip Juarai Kompetisi Nasional Loncat Indah

Menjadi Penyemangat bagi Siswa Lain

Untuk diketahui, pernah ada istilah "Orang miskin dilarang kuliah". Fenomena istilah ini pernah mengemuka beberapa tahun lalu di tengah mahalnya biaya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Namun tidak selamanya hal itu terjadi karena pada 2010 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program beasiswa Bidikmisi (Beasiswa Pendidikan bagi Siswa Miskin dan Berprestasi) yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mendikbud Mohammad Nuh.

Beasiswa ini memberikan akses kuliah gratis bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Sekarang beasiswa ini beralih nama menjadi KIPK (Kartu Indonesia Pintar Kuliah).

Salah satu mahasiswa yang mendapatkannya adalah Diah Ayuning Tyas. Orang tuanya, pasangan suami istri Warto dan Susmiyati yang bekerja sebagai petani sayuran mendukung tekad putri sulungnya untuk kuliah walau dalam keterbatasan ekonomi.

“Saya berusaha sekuat mungkin mencarikan biaya Ayu untuk kuliah,” kata Warto.

Susmiyati mengatakan bahwa sejak duduk di SD, Ayu selalu masuk dalam 5 besar siswa berprestasi di sekolahnya. Sehingga dia mendukung keinginan Ayu untuk kuliah.

Beruntunglah Ayu mendapatkan informasi tentang KIPK dari guru BK di sekolahnya, Sigit Setyonugroho. Sehingga Ayu dapat diterima sebagai mahasiswa UNY tanpa mengeluarkan biaya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?