Tokoh

Neural Network untuk Tangani Big Data Masih Terbuka Luas

Siedoo, Saat ini dunia menghadapi revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi sensor, keterhubungan (interkoneksi), dan ketersediaan data secara bersama-sama. Perkembangan inilah yang mendasari munculnya era baru terkait penggunaan data, yakni berkembang pesatnya big data. Pemahaman mengenai pengertian, karakteristik, dan peran big data merupakan salah satu kunci guna menghadapi revolusi industri 4.0.

Dari segi teknis, pengelolaan big data melibatkan dua keahlian utama yang saling terkait, yakni bidang komputer dan bidang statistika. Bidang komputer menyediakan berbagai perangkat untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyimpan big data secara efektif dan efisien. Sedangkan bidang statistika mengembangkan berbagai perangkat untuk mengolah dan mengambil kesimpulan dari big data yang tersedia.

Analisis yang diperlukan dalam memanfaatkan big data diantaranya bertujuan untuk klasifikasi dan peramalan. Untuk tujuan inilah peranan neural network dan juga metode soft computing lain sangat diperlukan.

"Sehingga peluang untuk mengembangkan penelitian metode analisis dan aplikasi neural network untuk menangani big data ini masih terbuka luas," kata Prof. Dr. Dhoriva Urwatul Wutsqa, MS. dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam bidang Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pidato berjudul ‘Penerapan Neural Network untuk Klasifikasi dan Peramalan Time Series’ tersebut dibacakan dihadapan rapat terbuka Senat. Ia menjelaskan bahwa, artificial neural network atau disebut juga neural network (NN) adalah sistem pemrosesan informasi yang memiliki karakteristik kinerja yang sama dengan jaringan saraf biologis.

Artificial neural network merupakan bagian dari soft computing yang lebih mengedepankan proses berpikir dengan pendekatan dibandingkan yang eksak.

Tidak seperti hard computing tradisional yang lebih mengutamakan pada presisi dan kepastian, serta tidak fleksibel, soft computing toleran terhadap ketidakpresisian, ketidakpastian, dan kebenaran parsial, serta lebih fleksibel. Tujuan utama soft computing adalah mengeksploitasi toleransi tersebut untuk mencapai daya tarik, ketahanan, kecerdasan mesin tingkat tinggi, dan biaya rendah dalam aplikasi.

Baca Juga :  Jos, Anak Penjual Bubur Masuk Akmil, Ini Cita-cita Sebelumnya

Wanita kelahiran 31 Maret 1966 tersebut mengatakan neural network menarik bagi para peneliti di berbagai bidang karena alasan yang berbeda. Di bidang teknik elektro, neural network banyak diaplikasikan dalam signal processing dan teori kontrol. Di bidang komputer, neural network berpotensi diimplementasikan pada hardware secara efisien dan oleh aplikasi neural network untuk robot.

Ilmuwan komputer menemukan bahwa neural network sangat potensial untuk menyelesaikan masalah pada artificial intelligence dan pattern recognition.

“Untuk matematikawan dan statistikawan, neural network adalah alat yang ampuh untuk pemodelan masalah yang bentuk eksplisit hubungan di antara variabel tidak diketahui dengan pasti," paparnya.

Doktor Statistika UGM tersebut menjelaskan, neural network telah banyak diaplikasikan pada berbagai bidang. Pengembangan teori, pemrograman, maupun aplikasi neural network terus dikembangkan secara terus menerus oleh para ahli. Apalagi di era Industri 4.0, proses digitalisasi berkembang begitu cepat.

Proses digitalisasi menjadi semakin cepat setelah dunia dilanda wabah covid-19. Neural network sebagai salah satu dari artificial intelligence tentu memegang peranan yang sangat penting. Penelitian-penelitian di bidang kesehatan untuk deteksi berbagai penyakit masih punya potensi untuk terus dikembangkan mulai dari kajian secara teoritis hingga sampai pada implementasi. Sehingga menghasilkan alat yang bisa dimanfaatkan oleh tenaga medis.

Untuk sampai pada produksi alat kesehatan, dibutuhkan penelitian yang juga melibatkan berbagai pihak diantaranya ahli kesehatan, dan ahli di bidang teknik yang dapat mengimplementasikan model dan program yang dihasilkan dalam hardware yang bisa dimanfaatkan. Berbagai bidang seperti pertanian, pelayanan, bisnis juga sudah banyak memanfaatkan artificial intelligence.

"Sehingga terbuka peluang yang cukup besar mengembangkan penelitian neural network pada area tersebut," jelas dosen jurusan Pendidikan Matematika tersebut. (*)

Apa Tanggapan Anda ?