ADV Opini

Simpati dan Reinforcement Positive Guru Bimbingan Konseling di Masa Pandemi

Siedoo, Satu semester berlalu sudah, sistem pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik masih terus berlangsung. Realitanya, masih ditemukan siswa yang belum mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik .

Semua merasakan, saat masa pandemi Covid 19 belum kunjung reda, semakin membuat proses belajar, sikap dan perilaku terkikis akibat kurangnya penanaman pendidikan karakter dari sekolah. Seperti menurunnya kedisiplinan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh, juga merupakan hasil akademik peserta didik.

Situasi seperti ini menjadikan keprihatinan tersendiri dalam pendidikan untuk peserta didik. Kobaran penggunaan teknologi metode daring bagi peserta didik, seharusnya sejalan dengan pembinaan karakter, melalui bimbingan konseling tidak membatasi diri hanya pelayanan bagi siswa di sekolah.

Tetapi juga berbagai layanan di luar sekolah sebagai sistem, berkaitan sinergis mempengaruhi perkembangan peserta didik. Hubungan guru dan peserta didik dilandasi adanya rapport esensi dari hubungan baik seorang konselor dan klien dalam kegiatan bimbingan konseling.

Kegiatan bimbingan konseling mendorong peserta didik belajar kebermaknaan hidup. Membangun pribadi tangguh dalam kesulitan di masa pandemi secara langsung mengajak peserta didik tangguh dan survive hidup.

Aspek penting fungsi guru bimbingan konseling tidak menyalahkan atau menyudutkan peserta didik. Salah satu hal penting bisa dilakukan untuk membangun mental hidup di masa pandemi Covid 19 dan menyusun kehidupan sehari -hari dengan stabil bermakna.

Reinforcement ( penguatan ) adalah segala bentuk respon yang bersifat verbal ataupun nonverbal yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap siswa. Hal ini bertujuan memberikan informasi dan feedback, umpan balik kepada siswa sebagai perbuatan untuk tindakan dorongan atau koreksi ( Hamid Darmadi 2010 : 2 ).

Sebagai guru bimbingan konseling memberi reinforcement positif serta simpati dalam arti peranan interaksi BK di masa pandemi bersama peserta didik sebagai perasaan terjalin pengertian mendalam. Yaitu, antara guru dan peserta didik melewati masa pandemi Covid 19. Baik secara daring ataupun luring yang bisa digunakan dalam layanan kegiatan bimbingan konseling. (*)

Baca Juga :  STMIK Bina Patria : 95% Lulusan Terserap Dunia Kerja, Kini Punya Kampus 2

 

 

*Sulistiyati Handayani SPd
Guru Bimbingan Konseling, SMK Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah.

Apa Tanggapan Anda ?