BELAJAR. Pembelajaran di TKIT Al Hikmah Secang, Kabupaten Magelang sebelum masa pandemi corona. (foto: ist)
Advertorial

BDR, TKIT Al Hikmah Secang Optimalkan Aplikasi Whatsapp dan Youtube

MAGELANG - Jajaran guru di TKIT Al Hikmah Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memilih mengoptimalkan aplikasi perpesanan WhatsApp dan aplikasi berbagi video Youtube sebagai platform yang mendukung aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR) bagi anak didiknya.

Pemanfaatan kedua aplikasi ini telah dilakukan sejak merebaknya kasus virus covid-19 di Indonesia tepatnya pada Maret 2020 lalu.

Kepala TKIT Al Hikmah Secang, Yamtinah S.Pd menjelaskan, pengoptimalan dua aplikasi ini bukan tanpa alasan. Pihaknya menilai kedua aplikasi ini sangat membantu program BDR atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Lewat WA (Whatsapp) kita buat grup-grup kelas, yang isinya wali murid dan gurunya, sehingga bisa saling memantau," terangnya saat disambangi siedoo.com, Selasa (1/9/2020).

Lebih lanjut, Tinah menerangkan, melalui kedua aplikasi ini juga menjadi medium untuk memberikan materi bahan ajar hingga materi praktik yang diwujudkan dalam bentuk video.

Hadirnya WAG ini, kata Tinah, membuat komunikasi antara wali murid dan guru menjadi lebih intens.

"Banyak orang tua justru jadi lebih banyak tanya soal materi sekolah atau perkembangan anaknya kepada guru," tandasnya.

Melalui Youtube, para guru disebutkan, menjadikan sebuah media untuk menyampaikan materi pembelajaran. Mulai dari praktik hafalan, mendongeng, bercerita, bernyanyi dan berbagai materi praktek lainnya.

"Kan ada materi yang harus dicontohkan, nah materi seperti itu kita lakukan dengan diunggah lewat Youtube sekolah, nanti linknya kita kirim melalui WA Grup kelas," paparnya.

Selain memudahkan komunikasi, lanjutnya, kedua aplikasi ini nyatanya juga mendorong para guru di sekolahnya menjadi lebih kreatif. Banyak guru yang menjadi paham cara membuat video sederhana, mengelola Youtube hingga mengedit video untuk keperluan belajar.

Bahkan, untuk melancarkan sistem PJJ, pihak sekolah sebelumnya juga membuat materi pelatihan bagi guru agar siap memberi materi pelajaran kepada anak didik melalui aplikasi tersebut.

"Selain kemampuan, kita juga dorong para guru dengan fasilitas, smartphone para guru kita pastikan harus support untuk pembelajaran jarak jauh," tandasnya.

Hingga saat ini, praktis pemanfaatan kedua aplikasi ini sudah berjalan sekira lima hingga enam bulan. Yakni mulai masa akhir-akhir tahun ajaran lalu hingga awal tahun ajaran baru saat ini. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?