Nasional

Tindaklanjuti Arahan Panglima TNI, Akmil Siap Dukung Penanganan Covid-19

MAGELANG - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa serta Mentri BUMN Erick Thohir memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran TNI AD, AL dan AU secara virtual. Arahan itu disampaikan melalui video conference dari Mabes TNI, Mabesad dan seluruh jajaran TNI, Jumat (7/8/2020).

Untuk di Akademi Militer dilaksanakan di Ruang Rapat Subijakto Akmil Magelang. Hadir Gubernur Akmil Brigjen TNI Totok Imam S., S.I.P., M. Tr. (Han) dan para Pejabat Distribusi Akmil. Kegiatan dilaksanakan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayah Indonesia.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, pandemi Covid-19 harus ditangani secara luar biasa karena penyebarannya juga luar biasa.

“Kita bersama mendisiplinkan protokol kesehatan dan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur secara virtual,” ungkapnya.

Menurut Panglima TNI, operasi pendisiplinan awalnya dimulai di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang melaksanakan PSBB. Kemudian berkembang menjadi Operasi Pendisiplinan di seluruh wilayah Indonesia dengan prioritas di delapan provinsi.

"Operasi Pendisiplinan yang telah dilaksanakan bersifat dinamis menyesuaikan dinamika pandemi dan arahan dari Presiden Joko Widodo," lanjutnya.

Selanjutnya perlu adanya evaluasi terhadap operasi yang sedang berjalan dan telah dilaksanakan agar TNI dapat melaksanakan operasi selanjutnya dengan lebih baik. Sejak awal penanganan Covid-19, TNI menjadi tumpuan dalam upaya pendisiplinan.

“Oleh karena itu, TNI juga harus menjadi contoh pelaksanaan disiplin tersebut," tandas Panglima.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana KPCPEN, yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir melibatkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Pelaksana KPCPEN. Dengan keberadaan Jenderal bintang empat tersebut diharapkan sisi enforcement, terutama dalam upaya meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat. Yaitu untuk menerapkan protokol kesehatan standar dalam kehidupan sehari-hari, bisa dijalankan dengan lebih intens, lebih luas, dan lebih masif.

Sementara itu keinginan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) untuk mengimplementasikan semua formulasi demi membawa rakyat Indonesia selamat dari pandemi Covid-19. Sekaligus kebangkitan ekonomi nasional terus disegerakan, termasuk juga memperkuat struktur pelaksana KPCPEN. Sehingga penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi yang berada dalam satu komando itu semakin cepat, tepat, dan efisien dikerjakan dan dituntaskan dalam waktu yang bersamaan.

Melibatkan TNI AD yang memiliki struktur organisasi hingga ke seluruh pelosok negeri merupakan upaya maksimal. Agar masyarakat Indonesia yang tersebar di 83.000 desa dan kelurahan mengerti bagaimana pentingnya menjaga kesinambungan antara pemulihan kesehatan dengan kebangkitan ekonomi.

Menurut Erick, mengajak keterlibatan TNI AD tak lain agar tentara nasional kita yang dekat dengan rakyat menjadi contoh. Sekaligus mengajak rakyat untuk disiplin dengan terus memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Sambil menunggu kesiapan imunisasi vaksin Covid-19 yang kami jadwalkan tahun depan," jelas Menteri Erick Thohir.

Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan kesiapan menjadi bagian dari KPCPEN yang punya misi mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi nasional secara tepat. Kasad siap memberikan dukungan dan bantuan atas misi bersama ini untuk memulihkan kesehatan masyarakat dan juga ekonomi nasional.

“Kami akan melibatkan struktur komando hingga lapisan terbawah yang dekat dengan masyarakat agar disiplin dan taat protokol kesehatan," tegas Jenderal TNI Andika Perkasa.

Sementara, Gubernur Akmil Brigjen TNI Totok Imam, S. S.IP., M.Tr (Han) dalam menindaklanjuti hal tersebut akan membentuk Satuan Tugas Internal untuk penanganan penyebaran Covid-19. Baik di dalam kesatrian, di lingkungan asrama tempat tinggal organik Akmil, maupun di sekitar lingkungan asrama. Sehingga seluruh organik beserta keluarganya berdisiplin dalam mengikuti protokol kesehatan dengan wajib menggunakan masker, membiasakan mencuci tangan dengan sabun serta menggunakan hand sanitizer. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?