Inovasi Kegiatan

SUPIR MALING, Produk Karya TIM KKN UNAIR dan PKK Alasmalang Banyuwangi

SURABAYA Menjaga kebersihan diri merupakan salah satu cara yang ampuh untuk tetap terjaga dari pandemi Corona. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam menjaga kebersihan adalah dengan cara rutin mencuci tangan dengan sabun.

Berdasarkan hal itu, Tim KKN 62 Universitas Airlangga (UNAIR) beserta perwakilan PKK Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, menghasilkan Produk SUPIR MALING. SUPIR MALING merupakan akronim dari Sabun Pembersih Ramah Lingkungan. (unair.ac.id, 23/7/2020)

Nana Nur Hasanah, selaku penanggung jawab program SUPIR MALING menjelaskan bahwa program ini diadakan untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. SUPIR MALING diproduksi untuk dibagikan kepada warga desa Alasmalang. Diharapkan dapat menambah keterampilan baru bagi anggota PKK yang turut memproduksinya bersama Tim KKN UNAIR.

“SUPIR MALING ini kami produksi untuk mengurangi beban masyarakat, terutama dalam hal mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian sabun cuci tangan. Begitu kondisi yang kami lihat dilapangan,” ujar Nana

Selanjutnya, Nana juga menambahkan bahwa SUPIR MALING tak hanya sebagai sabun cuci tangan saja, akan tetapi juga bisa dijadikan sebagai sabun cuci piring. SUPIR MALING juga bisa dijadikan ide bisnis di masa pandemi.

“SUPIR MALING ini bisa digunakan untuk mencuci tangan maupun mencuci piring, ramah lingkungan juga. jadi hal ini bisa menjadi peluang bisnis baru bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan pembuatan SUPIR MALING yang dilakukan oleh Tim KKN UNAIR dan PKK Alasmalang tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Petugas PKK yang dipilih hanya dua orang, yang bertujuan untuk menghindari kerumunan, dan disetiap kegiatannya diwajibkan untuk menggunakan masker.

Proses Pembuatan SUPIR MALING sendiri memakan waktu hingga dua hari. Hari pertama adalah untuk pembuatan sabun, selanjutnya sabun didiamkan semalam. Pada hari kedua, dilanjutkan dengan pengemasan dan pemasangan stiker, lalu dibagikan kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, Tim KKN UNAIR berharap agar kegiatan ini dapat dilanjutkan walaupun setelah KKN berakhir.

Kader PKK yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat membagikan pengalamannya kepada warga sekitar. Sehingga warga tidak perlu lagi membeli sabun untuk cuci tangan dan cuci piring.

“Kami harap Kader PKK yang kami berdayakan dapat menularkan ilmunya kepada warga sekitar, sehingga program ini akan berkelanjutan. Dengan demikian setidaknya pengeluaran rumah tangga akan sedikit berkurang karena tidak perlu lagi membeli sabun cuci tangan dan sabun cuci piring,” pungkas Nana. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?