Daerah Kegiatan

Manfaatkan Potensi Sampah untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga di Kota Magelang

MAGELANG - Tingkat buangan sampah di Kota Magelang semakin meningkat setiap harinya. Sementara, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih tergolong rendah. Melihat kenyataan tersebut, Tim PPMT Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), mengadakan pengabdian masyarakat dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik dan nonorganik pada tanggal 15-19 Juli 2020 di wilayah Kota Magelang.

Peserta kegiatan ini adalah warga Dusun Sidotopo RW 10, Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang. Lokasi ini dipilih karena posisi dusun ini meskipun berada di lingkungan perkotaan tetapi belum maksimal dalam pengelolaan sampahnya.

Ketua Tim PPMT UNIMMA Betari Maharani, S.E., M.Sc yang juga sebagai dosen pembimbing mengatakan, anggota Tim yaitu Safira, Ryan, Roggy, dan Azza.

Menurut Betari, berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan oleh para mahasiswa, warga di dusun tersebut masih belum memahami cara mengolah sampah yang ditampung di bank sampah. Selama ini, sampah nonorganik hanya dijual kepada pengepul sampah atau bank sampah kota dengan harga yang relatif murah, paling banyak sekitar Rp 500 per kg.

“Hasil penjualan ini tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan,” ujar Betari.

Untuk itu, pada tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian, Tim PPMT UNIMMA mengadakaan pelatihan pembuatan produk kerajinan berbahan dasar plastik. Serta pelatihan pembuatan pupuk cair alami berbahan dasar sampah sayur dan buah.

“Pupuk cair dapat digunakan untuk pertanian sayuran organik, dan pertanian organik ini sedang dirintis oleh warga Dusun Sidotopo RW 10,” kata Betari.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, warga dapat membuat produk-produk kerajinan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual sehingga dapat membantu operasional kegiatan bank sampah. Selain itu, diharapkan hasil dari pembuatan pupuk cair tersebut dapat digunakan oleh warga untuk pertanian sayur organik.

“Sehingga dapat mendukung kebutuhan pangan sehari-hari yang sehat dan bergizi, tanpa kandungan zat buatan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” pungkas Betari Maharani, S.E., M.Sc. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?