Advertorial Opini

Meningkatkan Minat Baca Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Siedoo, Kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi semua orang. Dengan membaca banyak diperoleh pelajaran tentang kehidupan. Keberhasilan kegiatan membaca itu merupakan harapan bagi guru maupun orang tua.

Pembinaan kegiatan membaca ini akan tercapai apabila  ada  minat dari dalam diri siswa, oleh karena itu diharapkan guru mampu membangkitkan minat siswa dalam membaca. Guru bahasa diharapkan dapat membantu siswa mengatasi kesulitan membaca dengan mengajarkan teknik membaca yang baik serta memanfaatkan fasilitas yang ada agar budaya baca dapat terwujud.

Apalagi saat ini kita sedang menghadapi wabah virus Covid-19. Anjuran untuk  menjaga jarak sosial, dan belajar dari rumah dengan sistem pembelajaran online untuk para siswa, menjadi sebuah aktivitas yang membutuhkan adaptasi baru. Yang masih dirasakan sulit oleh para pelajar adalah adanya perubahan pola kegiatan belajar mengajar, dari tatap muka di kelas menjadi cara online. Baik melalui grup WhatsApp (WA) maupun aplikasi lainnya. Kegiatan ini bisa menyebabkan siswa stres. Stres berkepanjangan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh (imun). Hal itu sangat berbahaya karena Covid-19 rentan menyerang orang yang mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Namun, ada cara mudah untuk mengatasi stres ketika isolasi diri di rumah, salah satunya dengan membaca buku. Membaca buku dapat dipraktikkan semua golongan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Membaca buku tidak hanya menghilangkan kebosanan, akan tetapi mempunyai manfaat lain yang sangat baik.

Selain pembelajaran daring, guru bisa menerapkan budaya baca ketika mereka di rumah. Berikut ini beberapa contoh  tugas membaca yang bisa dilakukan di  masa pandemi Covid- 19, di antaranya:

  1. Siswa diminta merangkum beberapa materi pelajaran. Materi tersebut tentunya berkaitan dengan materi di semester tersebut. Materi bisa dicari di buku paket yang sudah dibagikan bisa juga mencari di internet. Lalu hasil rangkuman itu difoto dan dikirim lewat WA atau email. Di samping membangkitkan minat membaca , siswa secara otomatis bertambah luas
  2. Siswa diminta menulis teks biografi seorang tokoh. Dari teks tersebut siswa diminta untuk menentukan karakter baik tokoh yang bisa diteladani. Dari tugas itu siswa harus membaca biografi tokoh dan memahaminya. Dari membaca biografi siswa tidak hanya sekadar membaca tapi juga bisa memahami. Dengan membaca siswa dapat mengetahui biografi beberapa tokoh tetapi sekaligus mempelajari karakter yang baik  seperti  suka bergotong royong, toleransi, hidup sederhana, semangat pantang menyerah dan lain-lain. Dari tugas membaca itu  siswa banyak belajar  tentang biografi beberapa tokoh tetapi juga pendidikan karakter, melalui karakter baik sang  tokoh  bisa diteladani oleh siswa. Hal itu bisa membentuk pribadi yang baik. Sehingga dengan karakter yang baik bisa menjadi modal anak untuk menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Diharapkan anak meniru tokoh dalam biografi tersebut menjadi senang bergotong-royong, toleransi, hidup sederhana, semangat pantang menyerah, serta karakter baik lainnya.
  1. Sedangkan tugas yang lain siswa diminta membuat puisi tentang Covid-19 agar siswa banyak membaca untuk mencari informasi tentang virus tersebut dan  mengekspresikan keleluasaan berkreativitas dalam puisi. Sehingga siswa banyak membaca sekaligus  memahami, mengetahui, dan ikut mencegah penyebaran dan penularannya. Di samping itu siswa bisa lebih waspada dan berhati-hati terhadap virus Corona. Saling menjaga antara yang satu dengan yang lainnya.

Berikut, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca  siswa di rumah.

  1. Menumbuhkan minat membaca anak. Minat membaca pada anak dibangun mulai dari minat terhadap buku. Ketertarikan pada buku akan merangsang anak termotivasi dan memiliki kemampuan membaca dan membaca lebih banyak. Di samping itu ciptakan kegiatan membaca sebagai kesenangan. Sementara orang tua yang ingin menumbuhkan minat baca maka juga ikut membaca, sehingga kalau orang tua ikut terlibat maka anak akan mengikutinya.
  1. Menyediakan perpustakaan keluarga. Ketersediaan perpustakaan kecil keluarga akan membantu anak terbiasa akrab dengan  buku saat berada di rumah dan waktu berkumpul dengan keluarga. Hal tersebut juga membantu anak menyukai buku. Buku ditata sedemikian rupa sehingga menarik anak untuk senang membaca.
  1. Membuat program wajib baca dalam keluarga. Di rumah, pada jam-jam tertentu anak dibiasakan untuk diterapkan wajib membaca buku, sehingga anak akan terbiasa untuk membaca buku.

Oleh karena itu sebaiknya kegiatan membaca dijadikan suatu kebiasaan, karena membaca adalah salah satu cara untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Jangan sering menggunakan waktu luang untuk melakukan hal yang sia-sia. Tetapi isilah waktu luang dengan membaca. (*)

Dra. Fransisca Rosarini, M.Si
Guru Bahasa Indonesia
SMK Negeri 1 Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?